Incumbent Pakai Program Pemda, Panwas Diminta Tegas

Muri_Setiawan    •    Senin, 19 Februari 2018 | 21:32 WIB
Pilkada
Salah satu temuan KDPP Babel di sungailiat. (dok/kdpp)
Salah satu temuan KDPP Babel di sungailiat. (dok/kdpp)

WOWPILKADA - Gelaran tahapan Pilkada Serentak di tiga wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel), ternyata tidak berjalan mulus.

Komite Demokrasi Pemantau Pemiku (KDPP) Babel, menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dengan penggunaan program pemerintah, yang menguntungkan salah satu calon terutama incumbent (petahana).

"Salah satu temuan kami Komite Demokrasi Pemantau Pemilu (KDPP) Babel di lapangan adanya baleho/billboard program pemerintah kabupaten Bangka yang menampilkan gambar/foto salah satu calon kepala daerah incumbent," ujar Feryandi, selaku Koordinator Pendidikan dan Pengawasan Pemilu KDPP Babel, di Pangkalpinang, Senin (19/2/2018).

Menurut Feryandi yang biasa disapa Komeng tersebut, hal ini merupakan salah satu dugaan pelanggaran Pilkada karena calon dari incumbent yang maju kembali sebagai kepala daerah, seharusnya tidak boleh lagi menampilkan gambar atau foto incumbent dalam kegiatan ataupun program Pemda.

"Berdasarkan aturan PKPU nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dalam Pasal 69 ayat (4) Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Pasangan Calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan calon terpilih," lanjut Komeng.

Dalam ayat (6), tambah Komeng, juga menyebutkan Dalam hal Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota yang menjadi Pasangan Calon melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4), dikenai sanksi pembatalan  sebagai calon oleh KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP kabupaten/Kota.

"Temuan baleho/billborad program pemerintah kabupaten Bangka yang masih menampilkan gambar/foto salah satu Pasangan Kepala Daerah Incumbent masih terpasang hingga Minggu (18/02/2018) sekitar 11.20.wib yang terletak di jalan Jendral Sudirman depan Perpustakaan Daerah/THR kota Sungailiat kabupaten Bangka, juga di kantor kades air ruay, spanduk besar," demikian Komeng.

"Kami berharap Panwas kabupaten segera menindaklanjuti hal ini, jangan sampai gelaran tahapan kampanye pilkada diwarnai kecurangan-kecurangan dan celakanya pihak Panwas tutup mata. Panwas harus bergerak aktif memantau setiap pergerakan paslon/tim kampanye sehingga dapat segera mendeteksi setiap pelanggaran-pelanggaran," tandasnya.

Untuk di wilayah kota Pangkalpinang dan kabupaten Belitung, ungkap Komeng, pihaknya menemukan, saat ini hanya stiker yang ukuran diluar ketentuan aturan KPU. Begitupun di Belitung masih ada APK yang dibuat sendiri oleh Paslon/Tim bukan merupakan APK yang difasilitasi oleh KPU.

"Kami harap, penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu/Panwas harus lebih giat lagi melakukan sosialisasi karena masih sangat minim informasi tentang aturan-aturan maupun gelaran Pilkada serentak.
Semoga tahapan pilkada di Babel dapat berjalan dengan jurdil dan luber," tutup Komeng.

Halaman