Dog Lovers Disarankan Buat Laporan Terhadap Pelempar Anjing

Endi    •    Jumat, 23 Februari 2018 | 02:43 WIB
Viral
Yayasan Animal Bangka Island (Alobi) bersama  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung, langsung menyambangi kawasan kolong atau danau, yang dijadikan tempat remaja tanggung melempar anak anjing ke kolong atau danau berpenghuni buaya buas, di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang sedang viral di meda sosial, Rabu (21/2/2018).
Yayasan Animal Bangka Island (Alobi) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung, langsung menyambangi kawasan kolong atau danau, yang dijadikan tempat remaja tanggung melempar anak anjing ke kolong atau danau berpenghuni buaya buas, di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang sedang viral di meda sosial, Rabu (21/2/2018).

WOWVIRAL -- Yayasan Animal Bangka Island (Alobi) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung, langsung menyambangi kawasan kolong atau danau, yang dijadikan tempat remaja tanggung melempar anak anjing ke kolong atau danau berpenghuni buaya buas, di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang sedang viral di meda sosial, Rabu (21/2/2018).

"Tim Alobi bersama BKSDA langsung menuju lokasi untuk investigasi masalah buayanya, karena kita lihat di video itu, buaya tersebut sudah terlatih untuk menyerang sesuatu hidup atau mati, seperti anjing yang dilempar," kata Ketua Yayasan Alobi, Langka Sani, Kamis (22/2/2018).

Di lokasi, kata Langka, pihaknya melakukan sosialiasi edukasi kepada masyarakat setempat, agar tidak melakukan hal serupa seperti di dalam vidio yang sedang viral di media sosial.

"Kita berharap kepada warga yang berkunjung ke kolong tersebut untuk melihat buaya, tidak lagi memberikan makanan yang tidak wajar, apalagi hewan peliharaan yang masih hidup," imbuhnya.

Diakuinya, banyak pihak yang meminta agar pelaku dihukum atas tindakan yang dianggap tak wajar tersebut. Tak sedikit pula yang meminta agar si pelempar anjing dilaporkan kepihak berwajib.

"Alobi dan BKSDA poksinya ada di satwa liar, jadi kita tidak melakukan proses pelaporan terhadap pelaku, karena fokus kita ke buaya yang dikhawatirkan mengancam warga," ujarnya.

Menurut Langka, bukan hanya masyarakat umum saja yang mengecam perbuatan



1   2