Pria yang Ditangkap di Babel Termasuk Pentolan MCA

Abeng    •    Selasa, 27 Februari 2018 | 16:59 WIB
Nasional
RSD salah satu tersangka kasus cyber crime asal Pangkalpinang  ditangkap Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Mabes Polri.(net)
RSD salah satu tersangka kasus cyber crime asal Pangkalpinang ditangkap Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Mabes Polri.(net)

WOWNASIONAL -- Aparat Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Jadwal Tim Mabes Polri mengungkap kasus penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial, yang dilakukan komplotan Muslim Cyber Army.(MCA) Salah satunya pria 35 tahun berinisial RSD yang ditangkap di Pangkalpinang termasuk dalam pentolan WAG MCA.

RSD bersama tiga rekannya tersangka yang tergabung dalam grup aplikasi Whatsapp ”The Family MCA” yakni ML, RSD, RS dan Yus ditangkap di tempat berbeda, Senin (26/2/2018).

Setelah penangkapan itu, Dirtipsiber Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan, masih memantau sejumlah grup lain, untuk menyasar pelaku lain terkait MCA.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, grup ini sering melempar isu yang provokatif di media social seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu,” terang Fadil dalam keterangan tertulis, Selasa (27/2/2018).

Sejumlah grup di media sosial yang terkait MCA dan dalam penyelidikan adalah Akademi Tempur MCA; Pojok MCA; The United MCA; The Legend MCA; Muslim Coming; MCA News Legend; Special Force MCA; Srikandi Muslim Cyber; dan Muslim Sniper.

Selain menebar berita bohong, kata dia, grup-grup itu juga kerap menyebar virus komputer kepada orang atau kelompok lawan yang berakibat rusaknya perangkat elektronik si penerima.

Sebelumnya diberitakan, empat pentolan MCA dibekuk secara serentak di empat provinsi berbeda. M L adalah laki-laki berusia 40 tahun yang ditangkap di Jakarta Utara. Sementara pria berinisial RSD, berusia 35 tahun, ditangkap di pangkalpinang Bangka Belitung. RS (39) dibekuk di Bali. Sedangkan Ys ditangkap di Sumedang, Jawa Barat.

Keempat orang tersebut merupakan pentolan MCA yang saling berkoordinasi melalui grup aplikasi obrolan berbasis ponsel WhatsApp bernama ”The Family MCA”. Melalui penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga ponsel beserta kartu operator seluler, dua piranti keras penyimpan data, dan satu komputer jinjing.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga bisa dijerat memakai Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE.(ban)



Tags :
MEDSOS WOWBABEL