Kasus Selingkuh, Ijazah Palsu dan Korupsi

Abeng    •    Selasa, 27 Maret 2018 | 15:26 WIB
Opini
ilustrasi
ilustrasi

BUPATI Garut Aceng HM Fikri, tahun 2013 silam adalah pejabat tinggi pertama yang dimakzulkan atas alasan pernikahan. Sebelumnya, sudah ada dua Bupati yang pernah dimakzulkan, yakni Bupati Temanggung dan Walikota Gorontalo. Keduanya terlibat kasus korupsi dan diputuskan Mahkamah Agung untuk diberhentikan.

Menyusul Aceng, tahun 2017 Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, Ahmad Yantenglie juga diberhentikan setelah Mahkamah Agung mengabulkan sepenuhnya pendapat DPRD Katingan pada 13 Februari, yang menilai Yantenglie melakukan perbuatan tercela, melanggar etika, dan peraturan perundangan karena selingkuh. Hal itu termuat dalam Putusan MA Nomor 02 P/Khs/2017 pada 29 Maret yang menguji pendapat DPRD Katingan atas dugaan perbuatan tercela yang dilakukan Yantenglie.

Tahun 2017, Mahkamah Agung memutuskan Bupati Mimika Eltinus Omaleng. Bupati periode 2014-2019 itu dinilai memalsukan ijazah sehingga melanggar sumpah jabatan. Inisiasi pemakzulan Eltinus dicetuskan DPRD Kabupaten Mimika pada September 2016.

Akhirnya, rapat paripurna DPRD Kabupaten Mimika mengusulkan pemakzulan Eltinus pada 24 November 2016. Untuk mendapat legitimasi hukum, usulan pemakzulan itu dikirim ke MA untuk dinilai, apakah sudah sesuai hukum atau tidak. Hasilnya, MA menyatakan pemakzulan tersebut sah.

Drama politik Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Fadli Hasan berakhir klimaks. Fadli akhirnya lengser setelah melalui proses pemakzulan yang sangat panjang. Fadli, mu



1   2