Bawaslu Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Awasi Pemilu

Edi Irwan, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel. (foto: Wow Babel)
Edi Irwan, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel. (foto: Wow Babel)

WOWPOLITIK - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), gencar menggaungkan slogan mereka yakni "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu". 

Slogan yang berfilosofi, jika Pemilu milik seluruh rakyat Indonesia tersebut, bertujuan agar keterlibatan masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kian kuat, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan Pemilu yang demokratis dan berkualitas.

Hal itu pula yang giat dilakukan Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Seperti yang dikatakan Ketua Bawaslu Kepulauan Babel, Edi Irwan, kepada wowbabel.com, Senin (2/4/2018).

"Dengan slogan Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu, Bawaslu ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu," kata Edi Irwan.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat agar Pilkada bisa berjalan lancar dan sesuai harapan. Salah satunya, menyampaikan kepada pihaknya terkait segala bentuk pelanggaran yang dilakukan peserta Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 mendatang.

Edi mengatakan, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan peserta Pilkada dapat diminimalisir, bahkan dapat dicegah, hingga peserta akan berpikir ulang untuk melakukan kecurangan.

"Masyarakat dapat ikut terlibat, mulai dari setiap tahapan dimulainya Pilkada. Setidaknya bisa menyampaikan kepada kita selaku penyelenggara pengawasan terkait segala macam aktifitas yang dilakukan oleh peserta Pilkada, baik dalam kampanye atau setiap tahapan penyelenggaraan," jelasnya.

"Masyarakat tidak hanya sebagai objek di penyelenggaraan Pilkada, tapi kita libatkan juga sebagai subjek yang ikut mengawal terselenggaranya Pilkada serentak tahun 2018," tambahnya.

Menurut Edi, keterlibatan masyarakat saat ini masih kurang. Dia berharap dengan slogan tersebut masyarakat makin sadar akan peran penting mereka (masyarakat-red) dalam menyukses Pilkada.

"Kalau saya boleh menilai secara pribadi, keterlibatan masyarakat dalam Pilkada memang belum maksimal," ujarnya.

Hal ini kata dia disebabkan, karena kurangnya sosialiasi akibat keterbatasan waktu, keterbatasan anggaran, minimnya masyarakat yang datang saat diundang menghadiri sosialisasi, serta faktor kejenuhan terhadap kondisi politik saat ini. 

"Untuk hal ini kami terus melakukan upaya-upaya kepada masyarakat untuk mendorong mereka agar terlibat dalam Pemilu. Tentu kita bekerjama pada setiap elemen masyarakat, organisasi pemuda, ormas, tokoh-tokoh masyarakat dan lain sebagainya," sebutnya.

Sebagai pihak pengawas Pemilu, ujar Edi, Bawaslu siap menegakkan aturan terkait dengan kepemiluan secara adil ke semua peserta Pemilu.

Saat ini ada tiga kabupaten/kota yang menyelenggaran Pilkada di Babel, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung.

Dari tiga daerah tersebut, diakui Edi, belum ditemukan satupun laporan pelanggaran Pilkada yang mereka terima. Namun ada satu kasus temuan pelanggaran Pilkada yang terjadi di Kota Pangkalpinang.

"Terkait dengan temuan pelanggaran itu, sampai dengan saat ini Panwaslu Pangkalpinang sudah menyelesaikan kajian atas temuan tersebut, yang posisinya kini sudah pada tahap pelimpahan ke Kejaksaan dan kita tunggu saja penyelesainnya di tingkat Pengadilan," tandas Edi.

"Pada kesempatan ini, terkait dengan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengawal proses penyelenggaraan Pilkada tentunya, kami berharap semua masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan, karena ini penting dalam rangka mengawal demokrasi di negeri kita, mencari pemimpin yang berintegritas dan bisa membawa kesejahteraan serta keadilan bagi masyarakat," harapnya. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL