Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Jurnalis_Warga    •    Senin, 02 April 2018 | 16:53 WIB
Opini
Yersita.
Yersita.

Sebagai negara dengan kedaulatan penuh berada di tangan rakyat, kehendak rakyat merupakan sumber kekuasaan bagi pemerintahan, dan Pemilihan Umum (Pemilu) adalah wujud dari kedaulatan rakyat. Rakyat memiliki kedaulatan dalam berdemokrasi, artinya rakyat diberi hak untuk memilih dan menentukan siapa yang akan memimpin mereka. Dalam proses Pemilu, rakyat menjadi subjek dari Pemilu.

Pemilu harus berjalan berdasarkan asas jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia serta memenuhi prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, akuntabel, efektif dan efisien. Mewujudkan Pemilu yang sesuai dengan asas dan prinsip yang dikehendaki, haruslah melalui pengawasan bersama-sama, tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu sebagai badan pengawas pemilu tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai subjek dari Pemilu.

Slogan baru Bawaslu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu” bertujuan agar fungsi pengawasan Bawaslu mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Karena mustahil menyelesaikan semua permasalahan Pemilu atau Pilkada tanpa ada peran dari masyarakat, apalagi dengan sedikitnya SDM di Bawaslu yang harus menjangkau wilayah yang luas. Meskipun dengan perubahan Undang-undang tentang Pemilu, ada beberapa hal yang menguntungkan Bawaslu termasuk penambahan SDM.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang merupakan gabungan dari UU Nomor 8 Tahun 2012, UU Nomor 42 Tahun 2008 dan UU Nomor 15



1   2      3      4