Ketika The Doctor Dijatuhkan The Baby Alien

Tim Wow    •    Senin, 09 April 2018 | 14:27 WIB
Sport
Insisden tabrakan Marques dan Rossi  di seri Argentina. (foto : taufik @motoupdate)
Insisden tabrakan Marques dan Rossi di seri Argentina. (foto : taufik @motoupdate)

WOWSPORT - Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali bersitegang. Meski balapan MOTOGP baru memasuki seri kedua, pebalap tersebut mempertontonkan aksi panas di Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (8/4/2018) atau Senin (9/4/2018) dini hari WIB.

Saat balapan menyisakan empat putaran, Rossi dan Marquez berebutan posisi enam, namun keduanya bersenggolan di tikungan, yang membuat The Doctor terjatuh, sementara The Baby Alien terus melaju.

Saat itu, Marquez mencoba melewati Rossi di Turn 13 dari sisi dalam, namun menyenggol Rossi sampai melebar ke area rumput dan membuat Rossi jatuh. Rossi yang sudah mulai geram, membangunkan motornya untuk meneruskan balapan.

Rossi akhirnya finish di urutan ke-19, dan Marquez di urutan kelima namun terkena penalti 30 detik membuatnya berbeda satu tingkat diatas seniornya atau di posisi ke-18.

Rossi menyebut Marquez sudah membuat rencana matang untuk menjatuhkannya saat balapan seri Argentina, bahkan dirinya menyebut ‘rencana’ The Baby Alien sudah muncul sejak sesi latihan Jumat (5/4/2018). 

"Jika kalian memerhatikan apa yang terjadi pekan ini, satu demi satu, bisa menimpa semua orang. Kalian bisa membuat kesalahan saat mendahului, kalian bisa menyenggol pebalap lain, itu bisa terjadi, ini kan balapan," kata Rossi seperti dikutip Crash. 

"Tapi, sejak Jumat pagi, dia melakukan hal serupa terhadap Mavercik Vinales, Andrea Dovizioso. Dia juga melakukannya kepada saya pada Sabtu pagi dan saat balapan ketika dia melewati empat pebalap. Dia melakukannya dengan sengaja," ujar Rossi. 

"Dia tahu dia tak akan mengalami crash, tapi lawan yang jatuh. Dia berharap kalian yang terjatuh. Jadi, kalau kalian mulai memainkan ini, kalian memasuki level yang sangat berbahaya," lanjut pebalap berkewarganegaraan Italia tersebut.

"Ini adalah situasi yang sangat buruk, karena dia menghancurkan olahraga kami, karena dia tak punya sedikit pun respek untuk para rivalnya, tak pernah," kata pebalap Movistar itu.

"Ketika Anda melaju 300 km/jam di atas trek, Anda harus punya respek untuk rival Anda, Anda harus kuat, Anda harus berusaha maksimal, tapi kalau berbuat seperti itu sudah berlebihan," tambahnya seperti dikutip Autosport.

Seusai balapan, Marquez sebenarnya langsung mendatangi garasi Yamaha untuk meminta maaf kepada Rossi. Namun, dia dicegah oleh Uccio Salucci, orang kepercayaan The Doctor.

"Dengan Valentino, saya pikir saya tidak melakukan kegilaan apapun. Maksud saya, saya berada di tikungan, berusaha memahami kondisi trek. Tentu saja racing line kering, tapi saya menyentuh area basah, bagian depan terkunci, melepas rem. Oke, saya memang bersenggolan (dengan Rossi). Saya berusaha membelok, dan kemudian ketika melihat dia terjatuh, saya berusaha meminta maaf," ujar Marquez seperti dikutip Crash.net.

"Tapi, kalau Anda mengecek, Zarco dengan Dani, Petrucci dengan Aleix ... Maksud saya, hari ini cukup sulit. Tapi, itu tak masalah, saya berusaha 100% dan tentu saja ini hari Minggu yang sulit," Marquez membela diri.

Tak hanya Rossi, pebalap Repsol Honda itu sebelumnya juga menyenggol Aleix Espargaro meskipun Aleix tidak terjatuh. Namun senggolan dengan Espargaro itu membuat Marquez dihukum turun satu posisi dalam balapan.

"Kesalahan terbesar yang saya lakukan dalam balapan ini mungkin dengan Aleix. Karena saya tiba empat detik lebih cepat dan saya tidak menyadari -- ketika Anda tiba empat detik lebih cepat daripada pebalap-pebalap lain, itu cukup sulit”.

"Saya berusaha 100% untuk menghindari kontak dan kemudian saya minta maaf (dengan gestur tangannya). Oke, saya menerima penalti. Saya paham dan turun satu posisi dan agar aman saya turun dua posisi," sebut Marquez.

 

Mendapat Kecaman Mantan Pebalap

Insiden The Doctor dan The Baby Alien kemudian membuat sejumlah mantan pebalap kawakan angkat bicara.

"Ada satu tikungan yang basah, dan itu adalah tikungan (kedua dari belakang). Semua orang (Marquez) mencoba melewatinya, dia melakukannya di sana," kata eks pebalap James Toseland kepada Autosport.

"Di tempat lain memang cukup aman untuk dilewati, tapi saya pikir dia (Marquez) punya banyak keuntungan akhir pekan ini, saya pikir dia menunjukkan kurangnya rasa hormat untuk orang lain," tambah eks rider Yamaha itu.

Sementara eks pebalap Ducati, Neil Hodgson, menilai Marquez memperlihatkan arogansinya di lintasan. The Baby Alien dinilai tidak sabar padahal kuda besi tunggangannya memiliki kecepatan yang bagus.

"James benar, (Marquez) mendapat keuntungan di akhir pekan ini, hampir satu detik per lap, dan karena itu, ini hampir seperti arogansinya," ujar Hogson.

"Apakah dia bisa mengendalikannya ketika situasi panas itu datang? Itulah yang kami saksikan akhir pekan ini, situasi ekstrem yang besar," lanjutnya.

"Dia pergi untuk meminta maaf kepada Valentino, yang memang tepat untuk dilakukan, tetapi, seperti yang Anda pahami, ada begitu banyak adrenalin di tubuh semua orang dan itu bukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Tidak di depan kamera, itu harus berada di belakang garasi," terang Hodgson lagi.

Balapan seri kedua di Argentina, akhirnya dimenangkan oleh Cal Crurchlow dari LCR Honda Castrol. Di posisi kedua ada Johann Zarco dari Monster Yamaha Tech 3 dan pebalap dari Team SUZUKI ECSTAR, Alex Rins di posisi ketiga.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL