Vonis PT. Stanindo Rp1,1 Miliar Preseden Buruk Bagi Penindakan Kejahatan Lingkungan

Abeng    •    Kamis, 12 April 2018 | 16:47 WIB
Lokal
Sidang vonis Direktur PT Stanindo Inti Perkasa di PN Pangkalpinang, Kamis (12/4/2018).
Sidang vonis Direktur PT Stanindo Inti Perkasa di PN Pangkalpinang, Kamis (12/4/2018).

WOWPANGKALPINANG - Direktur Eksekutif WALHI Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ratno Budi menilai vonis ringan yang dijatuhkan hakim terhadap Direktur PT Stanindo Inti Perkasa merupakan preseden buruk dalam penegakan hukum kejahatan lingkungan di Babel.

Vonis hakim, Menurut Ratno Budi alias Uday sangat rendah, mengingat pelanggaran dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas Kapal Isap Produksi (KIP) yang menambang bijih timah di laut Pasir Padi kota Pangkalpinang.

"Seharusnya PT. Stanindo diberikan hukuman maksimal terhadap pelanggaran izin yang dilakukan dan telah merugikan negara akibat aktifitas ilegal Kapal Isap Produksi tersebut. Hakim harusnya memvonis dengan hukuman maksimal dengan pidana kurungan 3 tahun dan denda Rp3 Miliar sesuai pasal 109 UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," kata Uday usai sidang di PN Pangkalpinang, Kamis (12/4/2018).

Pengadilan Negeri Pangkalpinang memvonis Direktur Utama PT Stanindo Inti Perkasa, Moersyid Hingar Gunawan dengan denda pidana Rp1,1 Miliar dengan Sidang perkara No : 383/PID.SUS/2017.  Sidang putusan dibacakan oleh Hakim Ketua Sri Endang A.N., S.H., M.H. beserta Hakim Anggota Iwan Gunawan, S.H. M.H. dan Hotma Edison, S.H.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Babel mengecam tuntuan ringan terhadap terdakwa penambangan ilegal oleh PT SIP di perairan Pasir Padi dengan tuntutan berupa denda Rp1,6 miliar. Pada sidang putusan, Majelis Hakim menjatuhi hukuman denda Rp1,1 Miliar.

"Putusan hakim.akan jadi preseden buruk bagi penegakan hukum lingkungan di Babel. Padahal kondisi lingkungan Babel sudah rusak parah oleh aktifitas penambangan di darat maupun di laut," ujar Uday. (na)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL