Menpar Arief : Wisata Harus Sejahterakan Masyarakat

Endi    •    Jumat, 13 April 2018 | 18:36 WIB
Travel
Menteri Pariwisata dan Gubernur Babel foto bersama di kawasan wiasta Tanjung Gunung. (foto:wowbabel)
Menteri Pariwisata dan Gubernur Babel foto bersama di kawasan wiasta Tanjung Gunung. (foto:wowbabel)

WOWTRAVEL - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengingatkan para pelaku industri kepariwisataan untuk tidak meninggalkan masyarakat sekitar. Menteri menyebutkan, sustainable tourism development atau pengembangan pariwisata berkelanjutan selalu mengajarkan keseimbangan antara komunitas wisata, lingkungan hidup dan nilai ekonomis. Ketiga hal ini seharusnya selalu menjadi pedoman bagi seluruh pelaku industri kepariwisataan.

 

Hal ini disampaikan menteri disela-sela kunjungannya ke venue usulan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Gunung, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (13/4/2018).

"Kita pesankan yang kita bangun dulu selalu masyarakatnya, seperti desa wisata sehingga masyarakat akan merasakan kehadiran KEK, jangan di bolak-balik, kita bangun KEKnya, tapi kita lupakan masyarakatnya," kata Menteri Arief Yahya.

Menurutnya, dua usulan KEK kepariwisataan yang sedang diperjuangkan masyarakat Babel yakni, KEK Pan Semujur Tanjung Gunung dan Pantai Timur, Sungailiat Bangka, sudah dalam tahap pematangan di Dewan KEK dan Kementerian Kepariwisataan akan selalu mengakomodir seluruh usulan KEK baru, karena akan semakin memperkaya destinasi wisata diluar 10 bali baru yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Banyak keuntungan dan fasilitasi yang didapat pengembang dan pemerintah daerah, manakala usulan KEK diterima dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, namun agar para pengembang tidak melupakan prinsip-prinsip utama dalam pengelolaan kepariwisataan yang harus mengikutsertakan komunitas-komunitas seperti Genpi, Pokdarwis dan Desa Wisata, sehingga pengembangan pariwisata tersebut, dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar kawasan," imbuhnya.

Dua KEK baru yang diusulkan, diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian Bangka Belitung menyambut era pasca pertambangan timah. Sebelumnya pemerintah sudah menetapkan satu KEK kepariwisataan Tanjung Kelayang di Pulau Belitung dan menjadikannya sebagai salah satu dari 10 Bali baru atau destinasi wisata unggulan setelah Bali dan Lombok.

"Kita sudah me-list 14 persyaratan, kita harapkan dalam waktu tiga bulan ini sudah selesai. Kalau kita dapat itu akan mempermudah infrastruktur, perizinan akan mudah karena pemerintah pusat akan membantu kita di sini. Tentunya fasilitas baik keuangan maupun pelayanan," tukasnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL