Nasib Dodot Ditentukan Malam Ini

Endi    •    Senin, 16 April 2018 | 20:08 WIB
Pilkada
Sidang perdana perkara politik uang di PN Pangkalpinang. (foto:wowbabel)
Sidang perdana perkara politik uang di PN Pangkalpinang. (foto:wowbabel)

WOWPOLITIK - Sidang kasus Money Politic (Politik Uang) salah satu Calon Wakil Walikota (Cawawako) Pangkalpinang, Ismiryadi alias Dodot, di pilkada 2018, di sidang perdana berlanjut hingga malam hari, Senin (16/42018).

Setelah melaksanakan serangkaian agenda sidang dari siang hingga sore, sidang kembali akan dilanjutkan tepat pukul 21.00 WIB, dengan agenda putusan sela.

Tentu saja, nasib politik Dodot di pilkada kali ini akan ditentukan setelah, mendengarkan putusan sela yang akan dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Humas PN Pangkalpinang, Iwan Gunawan menjelaskan, Cawawako Pangkalpinang dari pasangan nomor urut empat ini didakwakan dalam perkara dugaan pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) dengan Nomor Perkara117/Pid.Sus/2018/PN Pgp.

"Terdakwa Ismiryadi telah mengikuti sidang pagi tadi yang baru sifatnya dakwaan dari jaksa penuntut umum saja dan eksepsi dari penasehat hukum. Sidang ini akan dilanjutkan dengan tanggapan atas eksepsi dari penuntut umum dan putusan majelis hakim pukul 21.00 WIB," ungkap Iwan Gunawan, usai sidang dengan agenda eksepsi, Senin sore.

Perkara ini bermula, ketika Dodot kepergok sedang melakukan Money Politic dengan modus membagi-bagikan voucher listrik.

Token listrik yang diduga dibagikan Dodot di rumah warga Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang ini sebesar Rp. 20.000,-.

"Mengenai alasan eksepsi yang lainnya, jaksa berpendapat itu sudah masuk dalam pokok perkara sehingga akan dibuktian dalam pembuktian. Sebelum pembuktian, akan dijatuhkan putusan sela olrh majelis hakim," ujar Iwan. 

Sementara itu, Dodot dihadapan tim relawannya mengungkapkan dirinya akan selalu bersabar dalam mengikuti sidang itu. "Yang penting saya bersabar saja," tukas Dodot. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL