Sidang Putusan Sela Perkara Money Politic Dodot

Endi    •    Selasa, 17 April 2018 | 13:08 WIB
Pilkada
Ismiryadi alias Dodot saat menghadiri persidangan di PN Pangkalpinang, Senin (16/4/2018). (foto: wowbabel)
Ismiryadi alias Dodot saat menghadiri persidangan di PN Pangkalpinang, Senin (16/4/2018). (foto: wowbabel)

WOWPOLITIK - Calon Wakil Walikota Pangkalpinang, Ismiryadi yang akrab disapa Dodot meskipun telah mengikuti sidang dakwaan, eksepsi dan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Senin (16/4/2018).

Namun, perkara ini belum menemui titik terang. Pasalnya, sidang Dodot yang diduga melakukan dugaan Money Politic (Politik Uang), diakhiri dengan pembacaan putusan sela oleh majelis hakim, dimana hakim memutuskan sidang perkara Dodot dilanjutkan.

Humas PN Pangkalpinang, Iwan Gunawan menjelaskan, Cawawako Pangkalpinang dari pasangan nomor urut empat ini didakwakan dalam perkara dugaan pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) dengan Nomor Perkara117/Pid.Sus/2018/PN Pgp.

"Terdakwa Ismiryadi telah mengikuti sidang pagi tadi (Senin-red) yang baru sifatnya dakwaan dari jaksa penuntut umum saja dan eksepsi dari penasehat hukum. Sidang ini akan dilanjutkan dengan tanggapan atas eksepsi dari penuntut umum dan putusan majelis hakim pukul 21.00 WIB," ungkap Iwan Gunawan usai sidang dengan agenda eksepsi, Senin (16/4/2018) sore.

Kasus Dodot bermula, ketika dirinya kedapatan diduga sedang melakukan Money Politic dengan modus membagi-bagikan voucher (Token) listrik.

Token listrik yang diduga dibagikan Dodot di rumah warga Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang ini sebesar Rp20ribu.

"Mengenai alasan eksepsi yang lainnya, jaksa berpendapat itu sudah masuk dalam pokok perkara



1   2