Eksplorasi LTJ, PT TIMAH Gandeng BATAN

Tim Wow    •    Rabu, 18 April 2018 | 10:33 WIB
Tekno
Foto bersama usai penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT TIMAH Tbk dan BATAN. (ist)
Foto bersama usai penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT TIMAH Tbk dan BATAN. (ist)

WOWIPTEK - PT TIMAH Tbk (TINS) menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk melakukan eksplorasi kandungan mineral radioaktif dan logam tanah jarang (LTJ) yang ada di pasir monasit dari proses penambangan timah di kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dalam keterangan resmi BATAN, penandatanganan naskah perjanjian kerjasama keduanya dilakukan di Kantor PT TIMAH Tbk, Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018) kemarin.

Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, kerjasama ini dilatarbelakangi pada proses penambangan bahan galian timah, yang ditemukan mineral lainnya.

“Karena mineral radioaktif dan LTJ ini diluar kemampuan PT TIMAH Tbk, maka kami ingin sekali mengembangkan kedua mineral tersebut, dengan bekerja sama dengan pihak yang mempunyai kemampuan di bidang tersebut,” jelas Riza.

BATAN sebagai lembaga pemerintah yang menguasai bidang teknologi nuklir, ungkap RIza, mempunyai pengetahuan tentang mineral radioaktif dan LJT yang dapat membantu dan membimbing korporate dalam mengembangkan kedua mineral tersebut.

Dikatakan Riza, pihaknya berharap dengan teknologi nuklir, BATAN mampu melakukan eksplorasi mineral radioaktif dan LTJ yang sangat bernilai ekonomi tinggi.

“Mineral LTJ ini mempunyai value added yang sangat tinggi, sehingga kami beraharap jangan sampai mineral ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran Indonesia dan jangan sampai value added tersebut diterima negara lain,” ungkap mantan Direktur Keuangan di Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut.

Sementara itu, Kepala BATAN Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan BATAN berperan sebagai Technical Supporting Organization (TSO) yang membantu TINS untuk melakukan eksplorasi terhadap mineral radioaktif dan LTJ.

“Sesuai kompetensinya, BATAN dalam hal ini membantu PT TIMAH Tbk melakukan eksplorasi dan membuat konseptual desain serta kajian tekno ekonomi,” jelas Djarot.

BATAN sendiri akan melakukan kegiatan eksplorasi mineral radioaktif dan LTJ di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)  dan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA). Kedua tempat tersebut saat ini telah mempunyai laboratorium pemisahan mineral radioaktif dan LTJ dari pasir monasit.

“Keuntungan kita (BATAN) antara lain, dalam melakukan kegiatan BATAN tidak sendirian, ada sharing sumber daya dengan pihak lain. Selain itu, dengan adanya kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diharapkan hilirisasi produk BATAN bisa segera dilakukan, dan tidak kalah pentingnya adalah promosi nuklir bisa dilakukan melalui organisasi lain,” lanjut lulusan Nuclear Engineering, Universitas Tokyo Jepang ini.

PTBGN bersama PT TIMAH Tbk akan melakukan kegiatan eksplorasi di daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Di samping itu juga, PSTA dan PT TIMAH Tbk akan membuat konseptual desain terkait eksplorasi mineral radioaktif dan LTJ.

“Dalam jangka panjang kerjasama seperti ini dapat diimplementasikan atau ditindaklanjuti langsung oleh pihak BUMN atau swasta tersebut,” tutupnya. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL