Hari Bumi, Babel Darurat Bencana Ekologi

Abeng    •    Senin, 23 April 2018 | 11:27 WIB
Lokal
seruan aksi Hari Bumi Walhi Babel. (fb)
seruan aksi Hari Bumi Walhi Babel. (fb)

WOWPANGKALPINANG - Massa masyarakat sipil melakukan aksi demonstrasi memperingati Hari Bumi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung dan depan kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (23/4/2018).

Aksi digelar untuk menjawab kondisi Bangka Belitung yang diambang bencana Ekologi yang disebabkan oleh Pertambangan laut, tambang darat yang mengabaikan reklamasi pasca tambang, tambang di kawasan hutan dan pelepasan kawasan hutan kepada perusahaan besar untuk Hutan Tanaman Industri.

Hal ini secara langsung mengancam kelangsungan hidup petani dan nelayan di provinsi Kepulauang Bangka Belitung.

Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Bangka Belitung Zulpriadi mengungkapkan, aksi ini adalah “warning” bagi pemerintah yang mengabaikan keberlangsungan lingkungan hidup dan kelangsungan hidup masyarakat di provinsi Bangka Belitung demi kepentingan korporasi besar, tapi mengesampingkan kepentingan petani dan nelayan.

Menurut catatan Walhi, tata kuasa dan tata kelola lahan yang buruk di Provinsi Babel mengakibatkan ketimpangan penguasaan dan pengelolaan lahan antara masyarakat dan korporasi besar.

"Sebanyak 41,83% atau 275.682 hektar kawasan hutan Produksi dikuasai oleh 9 perusahaan Hutan Tanaman Industri, 1,1 juta hektar dikuasai 1.343 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan 250.000 hektar dikuasai pemilik Hak Guna Usaha (HGU) sawit sedangkan total luas daratan Provinsi Babel hanya 1,6 juta hektar, disini sangat terlihat sek



1   2      3      4