Kebangkitan Rempah Nasional Mulai dari Lada (3)

Jurnalis_Warga    •    Senin, 30 April 2018 | 15:46 WIB
Opini
Pertemuan alumni UGM yang berdomisili di Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (29/4/2018) malam di hotel BW Suite Belitung. (ist)
Pertemuan alumni UGM yang berdomisili di Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (29/4/2018) malam di hotel BW Suite Belitung. (ist)

REKTOR  Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Ir. Panut Mulyono,M.Eng., D.Eng., menggelar pertemuan dengan alumni yang berdomisili di Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (29/4/2018) malam di hotel BW Suite Belitung.

Dalam pertemuan yang dikemas santai ini, Rektor UGM menggali aspirasi dari alumni terkait  bidang apa saja yang bisa dikerjasamakan dengan almamater dalam mendorong kemajuan daerah. Salah satu yang sudah dikerjasamakan bidang perkebunan lada.

"Kami terus berusaha berkomunikasi dengan alumni UGM untuk bisa mendapat informasi akurat terkait apa yang diperlukan oleh daerah dan alumni bisa memberikan informasi hal-hal apa di UGM. Selain itu, bisa menjajaki  apa yang bisa dikerjasamakan dengan alumni dan pemda dalam pengembangan daerah agar pencapai pembangunan negeri ini lebih cepat dan merata," katanya.

Rektor menyebutkan beberapa kegiatan kerja sama yang sudah dilaksanakan dengan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun dengan kabupaten/kota diantaranya kerja sama di bidang pertanian lada, evaluasi dan verifikasi data pembangunan PLTU Anyir, bantuan penyelenggaraan program tugas belajar dokter spesialis dalam negeri. 

Untuk kegiatan ke depan, ujar Rektor, yakni budidaya lada dan jamur serta pengembangan dan sumberdaya yang lain.

"Tentunya pengembangan di sektor lain akan sangat potensial mengingat pengembangan wilayah Bangka Belitung setelah timah tidak lagi menjadi sektor utama," paparnya.

Berbagai bentuk kerja sama itu, menurut Rektor, tidak lepas dari kontribusi Kagama yang selama ini terus menjalin komunikasi  dengan almamater. Bahkan, Kagama juga mendukung pelaksanaan kegiatan KKN PPM.

"Berbagai kerja sama itu dapat tercapai atas dukungan semua pihak dan Kagama selalau bersinergi dengan almamater, melalui pemda dan dinas terkait," katanya.

Dalam dialog yang dipandu oleh Dr. Paripurna, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, diketahui jumlah alumni UGM yang berada di Provinsi Bangka Belitung berjumlah 290 orang dan umumnya bekerja sebagai birokrat dan pegawai negeri sipil.

Ketua Kagama Belitung, Dedi Suranto, ST., mengatakan umumnya anggota Kagama di Belitung adalah pegawai aparatur negara dan di Belitung Timur umumnya nenempati posisi strategis.

"Kita berusaha mengumpulkan alumni di Babel (Bangka-Belitung) yang tersebar di empat kabupaten kota, ke depan jumlah alumni semakin banyak sehingga berkontribusi membangun daerah," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap semakin banyak putra daerah Belitung bisa diterima kuliah di UGM. Dengan bertambahnya jumlah putra daerah tersebut maka jumlah anggota Kagama Bangka Belitung makin bertambah,

Ketua Kagama Provinsi Bangka Belitung, Warsongko, mengatakan pihak UGM bisa membantu dalam pengembangan bidang pertanian untuk budi daya tanaman lada. Menurutnya, lada merupakan sumber penghasilan utama para petani di negeri Laskar Pelangi ini,

"Kita kekurangan lima juta bibit lada baru, kalau bisa dikembangkan lewat kultur jaringan, mudah-mudahan nanti bisa dibantu UGM lewat pakar-pakarnya," ujarnya.

Selain itu, ia mengharapkan UGM bisa mendorong pengembangan festival budaya di provinsi ini sebagai daya tarik wisatawan berkunjung selain menikmati pesona wisata alam.

"Kita tahu di UGM ada Pusat Studi Pariwisata yang bisa membantu pengembangan budaya ini," ungkapnya.

Usulan yang sama disampaikan oleh Mathur Noviansyah, alumnus dari Prodi Arsitektur Fakultas Teknik UGM, yang mengharapkan UGM bisa ikut membantu pengembangan pariwisata di kabupaten Belitung Timur.

Ia menyebutkan daerah Belitung Timur merupakan tempat lahirnya Laskar Pelangi, namun demikian daerah tersebut belum menjadi tujuan utama dari wisatawan untuk menginap.

"Ke lokasi wisata Laskar Pelangi, hanya ngopi lalu pulang. Perlu dipikirkan konsep dan strategi pariwisatanya ke depan," imbuhnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE