Komisi VII Apresiasi Reklamasi PT TIMAH

Abeng    •    Jumat, 04 Mei 2018 | 16:17 WIB
Lokal
Anggota Komisi VII DPR RI Dardiansyah. (Foto: Jaka/jk)
Anggota Komisi VII DPR RI Dardiansyah. (Foto: Jaka/jk)

WOWPANGKALPINANG - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dardiansyah menegaskan bahwa semua potensi pertambangan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) harus dikelola dengan sistem yang baik dan sesuai prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Segala hasil tambang beserta kandungan di dalamnya harus dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Dardiansyah dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VII DPR RI ke Pangkalpinang, Provinsi Babel, beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan tinjauannya secara langsung di lapangan, Dardiansyah menyatakan bahwa banyak sisi positif dari reklamasi areal pasca tambang Air Jangkang yang telah dilakukan PT. TIMAH Tbk. 

“Namun demikian, tetap perlu dikedepankan pertambangan yang sesuai prosedur aturan yang ada,” imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta agar reklamasi dijalankan dengan baik, sehingga tingkat kesuburan tanah itu juga nantinya dapat diperoleh. 

“Kita tetap akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hal ini, meskipun kinerja yang ada sudah cukup baik,” tandasnya.

"Komisi VII DPR merasa sangat bangga dengan potensi tambang yang dimiliki oleh Provinsi Babel," sambungnya. 

“Komisi VII juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dan PT Timah dalam melakukan perbaikan lingkungan alam di Babel,” tutup Dardiansyah yang merupakan Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan.

Sedangkan Kurtubi anggota Komisi VII lainnya mengatakan, PT. Timah Tbk selaku perusahaan pengelola tambang timah di Provinsi Babel memegang peranan yang sangat penting. PT. Timah juga sudah banyak memberikan sumbangsihnya kepada kehidupan masyarakat Babel. 

"Keberadaan PT. Timah ini mempunyai andil yang cukup besar terhadap kondisi perekonomian masyarakat di Provinsi Bangka Belitung," ucap Kurtubi.

PT Timah hingga tahun 2021 merencanakan untuk reklamasi lahan bekas tambang di Provinsi Babel seluas 2.000 lebih hektar. Anggaran yang disiapkan untuk reklamasi dan regenerasi ini senilai Rp60 miliar. Saat ini beberapa lahan yang sudah direklamasi sedang dalam penilaian oleh pemerintah sebelum dikembalikan kepada negara. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL