Masterplan Pembangunan Kebun Raya Beltim Diserahkan ke LIPI

Foto bersama antara Bupati Beltim, Kepala LIPI dan Kepala Daerah lainnya. (Vera/ Diskominfo Beltim)
Foto bersama antara Bupati Beltim, Kepala LIPI dan Kepala Daerah lainnya. (Vera/ Diskominfo Beltim)

WOWBOGOR - Pembangunan Kebun Raya Daerah (KRD) di Hutan tebat Gadong dan Keranggas akan segera direaliasasi tahun 2019 mendatang. Masterplan pembangunan baru saja diserahkan dari Pemkab Belitung Timur (Beltim) ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Perpanjangan Kerjasama pun dilakukan melalui penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) periode 2016 - 2017. Penandatanganan dilaksanakan pada acara pembukaan workshop manajemen perkebun-rayaan sebagai rangkaian kegiatan hari ulang tahun Kebun Raya Bogor KE 201 tahun, di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor - LIPI. 

Penandatanganan perpanjangan MoU ini tidak hanya dilakukan oleh Kabupaten Beltim tetapi juga beberapa daerah seperti Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Balik Papan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Musi Banyu Asin. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arbaie, ditemui di Gedung Observasi berharap Kabupaten Beltim nantinya memiliki kebun raya yang berdampak positif untuk kehidupan flora dan fauna dan bermanfaat luas bagi masyarakat. 

"Kita berharap akan memiliki suatu kawasan baru yang berupa kebun raya yang sebetulnya kondisi ini jarang dan tidak ada di semua tempat, saya berharap agar di daerah kami memiliki pusat observasi dan korservasi flora dan fauna yang bisa disaksikan oleh regenerasi ke depan" kata Arbaie. 

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Feri mengatakan bahwa sebelumnya sudah pernah dilaksanakan MoU tahun 2016 dan berakhir tahun 2017 dan dengan ditandatanganinya MoU Pengembangan Kebun Raya Daerah, maka tugas pemerintah daerah ke depan adalah menyiapkan program yang akan memberikan penguatan kepada terwujudnya kebun raya yang memenuhi syarat. 

"Sebenarnya sudah pernah MoU tahun 2016 berakhir di tahun 2017 kita mau perpanjang seiring juga dengan menyusun masterplan belum bisa di perpanjang nah tahun ini masterplan sudah jadi. Kita sudah serahkan masterplan ke pihak LIPI dan Kebun Raya Daerah, mereka berinisiatif memperpanjang MOU dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemkab Belitung Timur,” kata Feri.

Feri berharap dengan MoU dan perjanjian kerjasama ini apa yang sudah dicanangkan di awal tentang keinginan adanya kebun raya di Tebat Gadong khususnya untuk hutan kerangas di Belitung Timur, akan terus berkelanjutan seperti pembangunan infrastruktur kebun rayanya, dan pembentukan UPT dan bisa menjadi wisata edukasi khususnya Belitung Timur dan Belitung pada umumnya. 

"Mudah-mudahan MOU dan PKS ini bisa jadi awal untuk kita mengusulkan kegiatan dan dana ke pihak Kementerian dan Provinsi karena kalau kita hanya mengharapkan dana APBD saja untuk membangun kebun raya ini akan memerlukan biaya yang sangat besar," ujarnya.

 Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof. Dr. Enny Sudarmonowati saat membuka Workshop Manajemen Perkebunrayaan mengatakan LIPI menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kebun raya di seluruh Indonesia.

"LIPI melalui Kebun Raya Bogor merupakan salah satu bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat sekaligus menjadi tanggung jawab dan tantangan bagi Kebun Raya Bogor untuk berkarya lebih baik lagi membangun dan mengembangkan kebun raya di Indonesia," ujar Enny.

Enny mengharapkan semuanya dapat bersama-sama mensukseskan program pembangunan kebun raya daerah dan  meminta kebun raya daerah yang sudah launching untuk segera dibuat Perda sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

"Saya mengajak seluruh pengelola kebun raya membangun tekad bersama yang lebih solid lagi mewujudkan kebun raya yang maju terus berkembang dan penuh dengan inovasi," ujar Enny. 

Bupati Belitung Timur, Yuslih mengatakan Kabupaten Belitung Timur memiliki hutan kota seluas lebih kurang 96 hektar yang terletak di Desa Padang Kecamatan Manggar yang dikenal dengan nama Hutan Kota Tebat Gadong.

"Ditempat kami di Beltim kita menyediakan lahan seluas 96,7 hektar, jadi dikawasan itu jenis tanaman yang dijadikan unggulan, jadi kita di Tahun kemaren sebagai geopark nasional, dan juga di situ kita juga membuat hutan kerangas nantinya akan ditempatkan di wilayah itu juga yang bernama kebun Raya tebat gadong yang tidak jauh dengan kantor Bupati Belitung Timur," ujar Bupati.

Yuslih menambahkan, Hutan Kota yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Belitung Timur pada tahun 2009 ini berdasarkan observasi dan kajian awal dari Pusat Konservasi Tanaman dan Kebun Raya Bogor dinilai layak untuk mewakili nomenklatur hutan kerangas yang ada di Indonesia, oleh karenanya dapat dikembangkan menjadi Kebun Raya Daerah di bawah pembinaan pemerintah pusat melalui LIPI. (Vera/ Diskominfo Beltim)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL