Inilah Kesepakatan Satgas Pangan dengan Pelaku Usaha dan Migas di Babel

Endi    •    Rabu, 09 Mei 2018 | 20:29 WIB
Ekonomi
Pertemuan Satgas Pangan dengan para pengusaha bidang pangan dan migas.(dag)
Pertemuan Satgas Pangan dengan para pengusaha bidang pangan dan migas.(dag)

WOWPANGKALPINANG -- Kesepakatan mendukung pemerintah dalam menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok, dilakukan para Pelaku Usaha Bidang Pangan dan Migas Bangka Belitung (Babel).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung para Pelaku Usaha Distributor Pangan dan Migas bersama Wakapolda Babel Kombes (Pol) Tantan Sulistyana dengan Tim Terpadu Satgas Pangan Babel di Neptons Pasir Padi, Pangkalpinang, belum lama ini.

Kegiatan ini dilakukan guna menstabilkan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1439 H tahun 2018.

"Kita lakukan kegiatan ini dalam rangka, menyusun langkah operasional dan rencana aksi kaitannya di bulan puasa dan lebaran. Kita telah menerima perintah atau kebijakan pemerintah dari Presiden Jokowi yakni mengamankan arus mudik, dan menjaga stabilitas pangan," jelas Tantan.

Menurutnya, menghadapi bulan suci ramadan dan idul fitri tentunya ekonomi akan meningkat dan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok di provinsi kepulauan Babel, sangat bergantung pada daerah yang berada di luar pulau Bangka.

"Artinya sembako kita hampir dikirim dari luar daerah, karena memang ada kebutuhan-kebutuhan dari luar daerah seperti gula pasir, daging, kedelai yang mana antara produksi dalam negeri dan kebutuhan itu lebih banyak," jelasnya.

Sementara peran pemerintah daerah berkewajiban meningkatkan pemenuhan kualitas konsumsi pangan guna mengatasi kelangkaan dan melonjaknya harga sembako, maka sangat diperlukan komitmen secara bersama.

"Ujung tombak mengatasi kelangkaan dan menekan harga sembako adalah rekan-rekan sekalian selaku distributor, agen, pengecer, dan tim satgas pangan. Kita komitmen bersama ke depannya siap pasokan, siap adanya jaminan harga, dan kendala-kendala lainnya terkait pangan. Kita saling komunikasikan," katanya.

Saat ini upaya yang dilakukan Pemprov Babel salah satunya membentuk tim terpadu yakni Satgas Pangan sejak 2 Mei 2017, yang bertugas mengawasi persediaan dan harga pangan pokok distributor, agen, sub-agen dan pengecer serta upaya melakukan penegakan hukum.

"Tugasnya sangat banyak diantaranya bagaimana mengawasi pasokan mulai dari produksi, supply, rantai pasokan, sampai dengan jaminan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sesuai HET," tandas Tantan.

Ada lima poin yang telah disepakati oleh seluruh para Pelaku Usaha Pangan dan Migas Babel untuk membantu Pemprov Babel diantaranya:

(1) Menyiapkan dan menjaga stok pangan dan migas dengan tidak melakukan penimbunan barang

(2) Menyiapkan dan menjaga pasokan stok bahan pangan dan migas agar tetap stabil dan lancar.

(3) Menjaga harga bahan pokok pangan dan migas agar tetap stabil dan tidak melampaui HET.

(4) Selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada Tim Satgas Pangan Babel terhadap permasalahan yang timbul akibat terganggunya distribusi bahan pangan dan miga

(5) Apabila ada hambatan terhadap proses ketersediaan bahan pangan yang disebabkan oleh Pelaku Usaha, maka Pelaku Usaha siap diproses sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku.(dag)



MEDSOS WOWBABEL