86 Rencana Investasi di Babel Terancam Gagal

Tim Wow    •    Sabtu, 12 Mei 2018 | 15:55 WIB
Ekonomi
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto : Jaka/and)
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto : Jaka/and)

WOWBISNIS - 86 rencana investasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terancam gagal, lantaran belum kelarnya Peraturan Daerah (Perda) Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–pulau Kecil (RZWP3K).

Hal ini mendapat sorotan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. Seperti dilansir kabar3.com, Jumat (11/5/2018), Bambang meminta kepada Komisi II DPR untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel agar secepatnya menyelesaikan rancangan Perda RZWP3K. 

"Saya meminta Komisi II DPR mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Bangka Belitung untuk segera menyelesaikan rancangan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Bangka Belitung, mengingat dalam Perda tersebut mengatur mengenai investasi di sektor pariwisata, pulau kecil, dan dermaga," ujar Bamsoet panggilan Bambang Soesatyo dalam akun twitternya @BamsoetQuotes, Sabtu (12/5/2018).

Dalam hal ini, lanjut Bamsoet, birokrasi yang bertele-tele membuat rancangan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Bangka Belitung tidak juga disahkan menjadi Perda. Akibatnya, sebanyak 86 rencana investasi ke provinsi ini tertunda.

"Saya Meminta Komisi II DPR dan Komisi XI DPR mendorong Pemda dan Kemenkeu melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Khusus Investasi Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI), untuk lebih selektif dalam memberikan izin investasi kepada investor melalui Perda, guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat," tegasnya. 

Selain Babel, terkendalanya Perda RZWP3K juga mengancam Rp53 triliun investasi di Provinsi Riau.

Dikatakan Bamsoet, Komisi II DPR dan Komisi VII DPR mendorong Pemda Provinsi Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera menyelesaikan evaluasi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah, agar Perda tersebut dapat segera digunakan guna mempercepat realisasi dari penanaman modal di Riau dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Saat ini, lanjut Bamsoet, investasi yang tertunda di Riau didominasi oleh masalah perizinan di sektor perkebunan dan perhotelan.

Halaman