Didit : Sampai Sekarang Pemprov Belum Serahkan Draft Raperda Zonasi

Anjar Sujatmiko    •    Sabtu, 12 Mei 2018 | 17:03 WIB
Lokal
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. (foto: Muri/ Wow Babel)
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. (foto: Muri/ Wow Babel)

WOWPANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diberikan tenggat waktu hingga Oktober 2018 guna mengesahkan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–pulau Kecil (RZWP3K). Jika tidak rampung, kuat dugaan akan menghambat sejumlah Investasi yang akan masuk ke Babel.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo  mengakui ada 86 rencana investasi di Provinsi Kepulauan Babel akan terancam gagal, lantaran belum kelarnya Perda RZWP3K ini.

Ia pun meminta kepada Komisi II DPR untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel agar secepatnya menyelesaikan rancangan Perda RZWP2k.

Sementara Itu, Ketika di konfirmasi, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan, sangat memahami apa yang disampaikan oleh Ketua DPR RI. Akan tetapi permasalahan Raperda ini ada di tingkat pemerintah daerah (Pemprov). Mengingat sampai sekarang draft raperda zonasi belum diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Babel.

“Apa yang disampaikan Ketua DPR RI, kita (DPRD BABEL) sangat memahami. Akan tetapi permasalahannya bagaimana mau mengesahkan, sampai sekarang Draft Raperda Zonasi belum diserahkan Provinsi Babel,” ujar Didit, Sabtu (12/5/2018).

Akan tetapi, Didit menilai apa yang disampaikan Ketua DPR RI terlalu belebihan dengan menyebutkan ada 86 rencana investasi di Provinsi Kepulauan Babel terancam gagal.

“Apa yang disampaikan Ketua DPR RI terlalu berlebih–lebihan. Tidak sampai lah investasi di Babel itu hingga 86. Memang ada, contoh salah satu di Babar (Bangka Barat) ada investasi yang masuk, akan tetapi tertunda karena belum disahkan perda zonasi,” kata Didit.

Lanjut Didit, Babel membutuhkan investasi, namun investasi tersebut harus jelas bentuknya. Karena sampai saat ini DPRD Babel tidak mengetahui bentuk investasi yang akan masuk ke Babel.

“Investasinya seperti apa, kalau investasinya hanya untuk merusak lingkungan laut kita, ya kita pertanyakan juga. Karena sampai sekarang kita belum tahu investasi tersebut bentuknya seperti apa,” tuturnya.

Didit berharap agar Pemerintah Provinsi Babel dapat segera menyampaikan Draft Raperda Zonasi ini.

“Sekali lagi, yang jelas bagaimana mau disahkan, disampaikan ke DPRD Babel saja belum Draft tersebut. Untuk itu saya berharap pemda segera sampaikan Draft rapreda zonasi ini ke DPRD Babel,” harapnya.

Halaman