Gubernur Erzaldi Janji Oktober Perda Zonasi Kelar

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman. (foto: muri/wowbabel)
Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman. (foto: muri/wowbabel)

WOWPANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman berjanji Perda Zonasi selesai paling lambat bulan Oktober 2018 mendatang.

Diakui Erzaldi, dirinya bersama DPRD telah sepakat untuk menyelesaikan perda tersebut secepatnya.

"Saya bersama Ketua DPRD dan pimpinan DPRD lainnya serta komisi 2, bertekad bersama-sama mengawal Perda Zonasi Insya Allah bulan Oktober selesai," kata Erzaldi, saat menggelar pertemuan dengan wartawan, Senin (14/5/2018).

Dikatakannya, banyak kendala yang dihadapi ketika penggodokan perda tersebut dilakukan, salah satunya adalah persoalan kepentingan tertentu, sayangnya ia tidak merinci kepentingan apa saja yang dimaksud.

"Ada 86 rencana investasi yang terhambat hanya karena Perda zonasi kita ini. Sebetulnya ini tinggal beberapa kali pertemuan lagi, tapi memang pertemuan ini yang paling sulit untuk mengambil kebijakan karena banyaknya kepentingan, di samping kita juga harus menjamin keamanan dan keberlangsungan investasi itu," jelas Erzaldi.

Tentunya untuk mencari win-win solution, lanjut Erzaldi, dalam penentuan Perda Zonasi, pihak yang terlibat betul-betul harus bekerja keras dan tentunya didasari oleh aturan-aturan serta kondisi di lapangan yang ada.

"Tidak ada tekanan dari PT Timah menekan maupun swasta. Tata ruang yang telah dibentuk oleh pemerintah pusat bahwa Bangka Belitung ini adalah untuk pertambangan. Disatu sisi ini menguntungkan kita, di sisi lain ini merugikan kita. Kita ingin mempersiapkan kebijakan pasca pertambangan karena kita tidak bisa mengandalkan pertambangan secara keseluruhan dan terus menerus," paparnya.

Guna menemukan solusi terbaik, tentunya Pemda, DPRD serta stakeholder terkait harus saling bersinergi, sehingga mencapai hasil yang diinginkan.

"Bagaimana strategi kita merubah dari pertambangan ke pariwisata dan itu butuh waktu karena tidak bisa serta-merta kita cabut pertambangan sekaligus," imbuhnya.

Buktinya, kata Erzaldi, dari Januari sampai April tidak ada ekspor dan hanya ada dua perusahaan ekspor, pertumbuhan ekonomi Babel menjadi 2,4 yang seharusnya lima.

"Makanya kita tidak serta-merta langsung mencabut pertambangan ini dan ini perlu kebijakan, karena kita juga tidak bisa melepaskan begitu saja usaha pertambangan ini, tetapi mentransformasi dari pertambangan ke pariwisata harus kita lakukan," ujarnya.

"Nah bagaimana kita mengatur strategi ini agar inflasi tertekan jangan sampai naik, tetapi pertumbuhan ekonomi juga terus tumbuh dan pertumbuhan ekonomi perlu investasi," imbuhnya.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE