Astronom Arab Saudi : Kamis Hari Pertama Ramadhan

Tim Wow    •    Selasa, 15 Mei 2018 | 14:40 WIB
Tekno
Ilustrasi. Sumber Foto Arab News.
Ilustrasi. Sumber Foto Arab News.

WOWTEKNO - Para astronom berpengalaman di Arab Saudi menjadi satu-satunya yang dapat menentukan apakah bulan sabit telah tiba untuk penentuan awal bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.

Anggota Uni Arab untuk Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa Arab Saudi, Khalid Saleh Al-Zaaq mengatakan, jika mereka (astronom) gagal menyaksikan bulan sabit pada tanggal 29, Ramadhan tidak akan dimulai sampai hari ke 30.

"Perhitungan astronomi menunjukkan bahwa bulan Shaaban adalah sebulan penuh 30 hari, yang berarti bahwa Kamis, 17 Mei akan menjadi hari pertama Ramadhan," kata Khalid seperti dilansir media Arab Saudi, Arab News, Kamis (15/5/2018).

Khalid menambahkan bahwa Ramadhan tahun ini akan berlangsung selama 29 hari, dengan 15 Juni menandai hari pertama Idul Fitri meskipun tanggal ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Arab Saudi.

Awal Ramadan sendiri, ditentukan oleh kalender lunar,, mengikuti siklus 29 atau 30 hari yang ditentukan oleh siklus bulan. Muslim di seluruh dunia mengantisipasi akhir Shaaban, bulan sebelum Ramadhan, dengan memperhatikan adanya atau tidak adanya bulan sabit, dan apakah itu menunjukkan kelanjutan Shaban atau awal Ramadhan.

Penampakan bulan sabit Ramadan dapat dicapai dengan menggunakan tiga metode, melalui teleskop, menggunakan astronomi, dan melihat langsung bulan sabit dengan mata telanjang.

"Membuktikan awal Ramadhan tidak terbatas pada penampakan bulan sabit," kata Sheikh Abdullah



1   2