Yuslih Ihza : Pentingnya Riset Guna Menunjang Status Unesco Geopark

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 25 Mei 2018 | 10:15 WIB
Travel
Bupati Beltim, Yuslih Ihza memberikan paparan dalam Seminar Daya Tarik Wisata Unggulan dan Destinasi Prioritas di Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Kamis (24/5/2018). (foto: Vera/ Diskominfo Beltim)
Bupati Beltim, Yuslih Ihza memberikan paparan dalam Seminar Daya Tarik Wisata Unggulan dan Destinasi Prioritas di Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Kamis (24/5/2018). (foto: Vera/ Diskominfo Beltim)

WOWTRAVEL - Status Geopark dari sebuah kawasan geologi sangat berpotensi meningkatkan daya tarik wisata. Berbagai potensi warisan geologi Pulau Belitung dikembangkan, yang arahnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sangat mengapresiasi dan mensuport pengembangan geopark Pulau Belitong karena tak banyak daerah yang memiliki kesempatan yang sama sekaligus berkomitmen untuk mengembangkan kawasan  geopark berdasarkan prinsip konservasi edukasi pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

“Pemkab Beltim sangat mengapresiasi dan mensuport pengembangan geopark Pulau Belitong. Geopark merupakan konsep manajemen pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh penting berskala regional terhadap konservasi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Yuslih Ihza dalam seminar bertemakan Daya Tarik Wisata Unggulan dan Destinasi Prioritas di Convention Hall Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Kamis (24/5/2018).

Yuslih menjelaskan dalam rangka pengelolaan dan pengembangan Geopark Pulau Belitong sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan dan Destinasi Prioritas,diperlukan peningkatan kualitas dengan cara menciptakan atau menggali keunikan khas geosite-geosite yang dimiliki.

Untuk itu, penting sekali dilakukan riset dan penelitian sehingga dari hasil riset dan penelitian tersebut dapat menjadi referensi atau dasar yang kuat sebagaiupaya untuk menuju penetapan status UNESCO Geopark Global oleh UNESCO.

“Peranan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah sangat menentukan untuk percepatan geopark Belitong guna mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Besar harapan kami, pihak STP Bandung dapat terus melakukan riset dan penelitian terkait pariwisata dan pengelolaan serta pengembangan kawasanGeopark di Pulau Belitung,” kata Yuslih.

Sementara itu, Larasati salah satu tim destinasi wisata prioritas Kementerian Pariwisata RI mengatakan pihak Kementerian Pariwisata RI terus mendukung UNESCO Geopark Belitong. Untuk itu diperlukan praktek pengembangan sosial budaya ekonomi masyarakat agar dapat terwujud pengelolaan kawasan yang mandiri yang diciptakan secara kreatif dan menarik.

Sementara itu Plt.Ketua STP Bandung, Faisal mengatakan seminar dilaksanakan tujuannya untuk menelaah laporan hasil penelitian mahasiswa dengan melibatkan akademisi dan praktisi. Dalam hal ini diharapkan hasil riset mengenai geopark dapat memberikan peranan yang sangat baik bagi percepatan pembangunandaerah, khususnya sektor pariwisata di Beltim.

Perlu diketahui, pelaksanaan seminar ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kerja sama beberapa waktu yang lalu antara Pemkab Beltim dengan pihak STP Bandung, dimana para mahasiswa melakukan penelitian di 5 lokasi geosite yang ada di Kabupaten Beltim.

Dalam kesempatan itu ada empat materi penelitian yang dibahas dalam seminar ini yang merupakan hasil penelitian dari mahasiswa semester 6 Program Studi Destinasi Pariwisata STP Bandung dengan beberapa judul penelitian yakni pengembangan kawasan burung mandi Damar, rencana pengembangan tapak wisata kawasan Open Pit di Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur, studi kelayakan wisata edukasi di hutan kerangas aik ketiau dan perencanaan pengembangan kawasan Pulau Keran Pantai Batu Pulas dan hutan bakau. (Vera/ Diskominfo Beltim)

Halaman