Seorang Walikota di Filipina Ditembak Mati oleh Sniper

Tim_Wow    •    Selasa, 03 Juli 2018 | 15:31 WIB
Viral
Walikota Tanuan Antonio Halili (ketiga dari kanan), tampak mengikuti upacara bendera beberapa menit sebelum dia ditembak mati di luar balai kota di Provinsi Batangas, selatan Manila, Senin, 2 Juli 2018. (Foto: Dinas Penerangan Kota Tanuan via AP).
Walikota Tanuan Antonio Halili (ketiga dari kanan), tampak mengikuti upacara bendera beberapa menit sebelum dia ditembak mati di luar balai kota di Provinsi Batangas, selatan Manila, Senin, 2 Juli 2018. (Foto: Dinas Penerangan Kota Tanuan via AP).

WOWINTERNASIONAL - Seorang walikota di Filipina bernama Antonio Halili, yang masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte untuk para pejabat yang diduga terlibat kasus narkotika, ditembak mati, Senin (2/7/2018), oleh “penembak jitu” pada saat sedang mengikuti upacara pengibaran bendera.

Polisi setempat mengabarkan, Antonio ditembak di bagian dada dengan satu tembakan dari jarak jauh, dan sempat menimbulkan kekacauan dalam upacara pengibaran bendera mingguan di balai kota di Tanauan, di selatan Manila.

Pada saat-saat berikutnya, para peserta yang ketakutan berteriak dan pengawal keamanan walikota melepaskan tembakan.

Namun, si penembak berhasil melarikan diri dan Halili dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kepala Polisi Kota Tanauan, Renato Mercado mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tembakan itu dilakukan dari jarak sekitar 150 meter.

“Jarak dari posisi itu luar biasa. Itu tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Ketrampilan itu hanya bisa dibandingkan dengan yang dimiliki oleh penembak jitu terlatih,” katanya kepada AFP.

Halili yang kontroversial telah membandingkan dirinya dengan Duterte karena dia secara terbuka memiliki sikap garis keras seperti presiden terhadap kejahatan dan narkoba.

Namun pada 2017, nama Halili muncul dalam “daftar narko” yang dikeluarkan oleh Presiden Duterte. Daftar itu mencantumkan nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika. Dia menyangkal punya hubungan apa pun dengan kasus narkoba. (voa)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE