Public Speaking, Penilaian Baru Bagi Bujang Dayang Beltim 2018

Salah satu peserta Dayang Beltim mengukur tinggi badan. (foto: Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)
Salah satu peserta Dayang Beltim mengukur tinggi badan. (foto: Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)

WOWMANGGAR - Sebanyak 51 orang putra-putri di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti seleksi Bujang Dayang Kabupaten Beltim 2018 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Selasa (3/7/2018).

Ajang tahunan itu dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Beltim, Evi Nardi.   

Para peserta seleksi diharuskan mengkuti tes tertulis, wawancara dan public speaking. Pertanyaan tes seputar masalah budaya, adat istiadat, sejarah Kabupaten Beltim, Bahasa Inggris, wawasan umum dan pariwisata.  

Perwakilan dari 7 kecamatan di Kabupaten Beltim itu akan dinilai dari ketiga tes tersebut, untuk selanjutnya masuk dalam 10 finalis Bujang dan Dayang Beltim 2018.  

Seusai melaksanakan tes tertulis, ke 51 orang peserta selanjutnya mengikuti pelatihan cepat public speaking. Mereka diberikan waktu untuk diskusi kelompok, setelah itu mereka diminta untuk berbicara mempresentasikan potensi wisata Belitung Timur dihadapan rekan-rekannya.

Evi mengatakan, seleksi Bujang Dayang tahun ini memang agak berbeda, karena penilaian dari public speaking juga masuk dalam kategori penilaian.

"Mereka ini kan nantinya akan menjadi duta wisata. Kita ingin melihat bagaimana kemampuan mereka berbicara di depan orang banyak,” jelas Evi.

Diakui Evi, ini baru pertama kali dilakukan dalam seleksi Bujang Dayang. Selain itu, Evi menyatakan adanya penilaian untuk public speaking adalah untuk melatih rasa percaya diri dari para peserta seleksi.

"Jadi Bujang dan Dayang Beltim harus punya rasa percaya diri yang tinggi. Yang masuk menjadi 10 besar harus yang mampu bicara dan punya percaya diri,” ungkap Evi.(FA/DB)



MEDSOS WOWBABEL