Ribuan Nelayan Tolak Operasi KIP Timah di Muntok

Muri_Setiawan    •    Sabtu, 14 Juli 2018 | 06:10 WIB
Lokal
Aksi nelayan Bangka Barat. (dok walhi Babel)
Aksi nelayan Bangka Barat. (dok walhi Babel)

WOWMUNTOK - Masyarakat dan ribuan Nelayan di Kabupaten Bangka Barat, berbondong bondong menghadiri sosialisasi rencana kerja Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT. Jelajah Marindo Persada, Jumat (13/7/2018).

Sosialisasi dilaksanakan di kantor Desa Rambat dan Kantor Desa Air Nyatoh.

Masyarakat hadir untuk menolak aktifitas KIP tersebut yang akan beroperasi di perairan Rambat.

Ketua FPNP (Forum Persatuan Nelayan dan Pesisir), Asbaru yang kerap dipanggil Baba menyatatakan bahwa rencana beroperasinya KIP milik PT. Jelajah Marindo Persada cacat prosedural karena tidak adanya sosialisasi ke masyarakat dan nelayan yang terdampak pada saat proses penyusunan Dokumen Amdal, tapi baru sekarang terjadi sosialisasi.

Hal ini bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, PP No 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan dan Temuan Panja (Panitia Kerja) Tentang Kapal Isap Produksi  DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  

Baba menambahkan bahwa izin PT. Jelajah Marindo Persada adalah izin lama yang dikeluarkan Bupati Kabupaten Bangka Barat sebelum pelimpahan kewenangan ke Provinsi sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, izin PT. Jelajah Marindo Persada terbit tahun 2016 melalui Surat Keputusan Gubernur No 188.44/1165.m/DPE/2016.

Baba juga menilai Sertifikat Clear and Clean (C



1   2      3      4