PT Timah Tergetkan 2.690 Hektar Lahan Eks Tambang Direklamasi

ADVERTORIAL    •    Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:54 WIB
Ekonomi
Dirut PT. Timah, Riza Pahlevi. (wowbabel.com)
Dirut PT. Timah, Riza Pahlevi. (wowbabel.com)

WOWHUMASTIMAH - Hingga tahun 2021 nanti PT TIMAH Tbk mereklamasi lahan bekas tambang seluas 2.690 hektare di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Anggaran reklamasi yang dikucurkan sejak tahun 2015 itu mencapai Rp60 miliar.

Langkah ini untuk mengembalikan fungsi lahan pasca pertambangan timah di daerah itu sesuai amanat undang-undang.

Namun masih ada kendala, lahan yang sudah reklamasi kadang ditambang kembali oleh penambang liar. Pola kerjasama dengan berbagai instansi dan masyarakat untuk meminimalisir agar lahan bekas tambang tak diusik tangan jahil. Sehingga lahan reklamsi sudah utuh bahkan jadi produktif ketika dikembalikan kepada negara.

"Kami percepat mereklamasi lahan bekas penambangan ini, agar bisa dikembalikan ke negara. Banyak lahan yang direklamasi rusak, karena masyarakat menambang timah di lahan tersebut," kata Direktur Utama PT Timah Tbk Riza Pahlevi  Tabrani.

Tahun 2018 ini saja perusahaan menganggarkan Rp 12 miliar untuk mereklamasi 400 hektare lahan bekas penambangan tersebar di seluruh kabupaten Provinsi Babel. Seperti Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka, Belitung, dan Belitung Timur.

 “Selama ini masyarakat masih melakukan penambangan di lahan yang telah direklamasi dengan ditanami berbagai tanaman produktif jangka panjang seperti pohon buah-buahan dan bermanfaat lainnya. Hal ini yang menjadi penghambat perusahaan dalam mereklamasi,” ujar Riza.

Sebagai antisianti lahan yang su



1   2