Menteri Susi Minta Teknologi Tambang Laut Ramah Lingkungan

Tim_Wow    •    Sabtu, 06 Oktober 2018 | 22:32 WIB
Lokal
Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wamen ESDM Arcandra, serta Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza. (Ist)
Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Wamen ESDM Arcandra, serta Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza. (Ist)

WOWBELITUNG - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku mengetahui bahwa potensi laut di pulau Belitung tidak hanya di sektor perikanan saja, namun juga di sektor pertambangan.

"Belitung ini ternyata potensi bukan perikanan saja, tadi pak Wakil menteri (wamen) bilang laut Belitung deposit timahnya banyak. Saya tahu ada pro dan kontra kenceng sekali," ujarnya, ketika melakukan kunjungan kerja, bersama dengan Wamen ESDM Arcandra, di Pulau Belitung pekan lalu.

Menteri KKP ini pun menyempatkan diri untuk melihat aktivitas tambang di darat dengan menggunakan teknologi Bore hole berkonsep ramah lingkungan.

Susi menuturkan telah banyak mendapatkan informasi terkait aktivitas pertambangan.

Untuk dilaut, Ia meminta kepada Wamen ESDM memastikan bahwa teknologi tambang yang akan digunakan dilaut tidak merusak.

"Tadi saya sudah dijelaskan pak wamen, sudah ada sistem yang ramah lingkungan namanya bore hole. Tapi saya bilang perlu contoh, hanya contohnya jangan disini (Belitung) buatnya. Buat saja di Bangka, kalau tidak merusak dan bikin keruh baru nanti kita pikirkan," kata Susi.

Ia pun meminta agar nelayan di Belitung Timur (Beltim) tidak mengkhawatirkan masalah tambang. Sebab, masing-masing sektor ada aturannya. 

''Nelayan tidak usah khawatir soal tambang, tidak usah menjadi pikiran, karena itu nanti ada aturannya. Kalau ada yang mau menambang (sebelum ada aturan, red) usir saja, karena itu ilegal,'' ucapnya.

Susi pun mendorong pemerintah untuk dapat segera merampungkan peraturan daerah (Perda) RZWP3K. Dengan adanya perda ini maka akan kelihatan peruntukan nya.

"Untuk tambang saya sarankan tetap Perda RZWP3K itu lanjut terus, untuk merubah peruntukan. Dan saya dorong, nanti apa yang bisa saya bantu dari Jakarta," tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris Perusahaan (Sekper) PT. TIMAH Tbk Amin Sugiharto mengatakan saat ini PT TIMAH Tbk sudah memiliki teknologi ramah lingkungan, sedangkan untuk di laut teknologi tersebut sedang dalam pengembangan.

"Mengenai kunjungan bu menteri KKP ke Belitung tentang teknologi ramah lingkungan memang, PT Timah Tbk sedang mengembangkan itu. Untuk yang didarat sudah berjalan dengan teknologi BHM darat / Bore Hole Mining dan untuk yang dilaut saat ini sedang dalam proses pengembangan teknologi yang ramah lingkungan," tukasnya. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL