Kiat Agar Tidak Kerasukan Jin

Jurnalis_Warga    •    Senin, 15 Oktober 2018 | 19:43 WIB
Lokal
Salah seorang pelajar harus dibopong kedua rekannya usai menjalani Rukyah Massal di Manggar, Beltim. (FAUZI AKBAR/ DISKOMINFO BELTIM)
Salah seorang pelajar harus dibopong kedua rekannya usai menjalani Rukyah Massal di Manggar, Beltim. (FAUZI AKBAR/ DISKOMINFO BELTIM)

WOWMANGGAR - Direktur Rumah Ruqyah Indonesia, Ahmad Junaedi menjelaskan apa yang terjadi di Mesjid Agung Darussalam saat Rukyah Massal bukanlah merupakan kesurupan. Namun lebih kepada jin yang ingin keluar dari tubuh manusia.    

“Sebenarnya mereka bukan kesurupan (kerasukan-red), tapi itu karena jin yang ada dalam tubuh mereka ingin keluar. Selama ini ngikuti tapi dak terasa, begitu dengar ayat-ayat suci (Al Qur'an) mereka kepanasan mau keluar,” jelas Ahmad.

Menurutnya fenomena kerasukan massal saat rukyah lebih karena masih banyaknya peserta yang memiliki rasa takut yang berlebihan. Ditambah dengan pikiran kosong dan sering menyimpan jimat yang dipercaya dapat melindungi, padahal  semua jimat tersebut berasal dari bangsa jin.

“Segala sesuatu yang berbau pusaka atau jimat-jimat itu, seperti gelang, cincin, kalung dan lain sebagainya harus kita jauhkan. Itu membuat iman kita rusak,” terang Ahmad.

Ketua Umum Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia (ARSYI) itu menambahkan setelah diruqyah tidak menjamin jin yang yang telah pergi akan hilang. Selama seseorang tersebut tidak membentengi diri dengan zikir, sholat dan membaca Al Qur’an.

“Kalau jinnya balik itu mungkin saja, masih bisa. Sepanjang medianya masih menerima, makanya harus ada penolakan,” ungkap Ahmad.

Untuk itu Ahmad mengimbau agar masyarakat Beltim dan sekitarnya yang ingin kembali mengikuti rukyah masal besok hari, Selasa (16/10/2018) agar datang dengan niat dan hati yang bersih tulus karena Allah.

“Niatnya harus karena ingin membersihkan iman tauhid kita. Jangan dikotori dengan hal-hal yang syirik. Kayak yang tadi ada yang bawa keris kecil, gak perlu, cukup tawakal dengan Allah SWT,” ujar Ahmad.

Rukyah Massal diikuti oleh ratusan peserta, baik pelajar maupun masyarakat umum. Peserta bukan hanya dari warga Manggar atau Kabupaten Beltim saja, namun banyak pula masyarakat dari Kabupaten Belitung.  

Kegiatan Rukyah Massal yang diadakan oleh Bagian Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Beltim tersebut merupakan rangkaian Kegiatan Peningkatan Syiar dan Kesadaran Umat Beragama.

Kegiatan yang berlangsung selama selama dua hari, Senin (15/10/2018) dan Selasa (16/10/2018) itu juga sekaligus untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah. (FA/DB)

Halaman