Rudisia: Ikrar Kampanye Damai Bukan Seremonial Belaka

Tim_Wow    •    Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:11 WIB
Pilkada
Rudisia.(ist)
Rudisia.(ist)

WOWPOLITIK -- Gong Pemilu 2019 sudah mulai ditabuh. Nomor urut partai politik, calon presiden hingga nomor urut daftar caleg sudah ditetapkan. Masing-masing partai politik, tim kampanye, caleg mulai bergerilya mencari dukungan.

Pemilu damai dideklarasikan. Tidak hanya di Ibu Kota Jakarta, tapi juga di berbagi daerah seperti di Provinsi Bangka Belitung. Deklarasi damai digelar agar peserta pemilu tidak melakukan kampanye hitam, politik uang, tidak menyebar informasi bohong, dan lain sebagainya.

Bangka Selatan dengan julukuan Negeri Junjung Besaoh, menggelar deklarasi Pemilu Damai di lapangan Laut Nek Aji, Toboali, Selasa (16/10/2018).

Ikrar Pemilu Damai pun telah diikrarkan partai politik yang diikuti seluruh kontestan caleg. Tak hanya ikrar, tanda tangan pun dibubuhkan pimpinan partai politik.

Rudisia Usman salah satu kontestan caleg DPR RI daftar pilih Provinsi Bangka Belitung, menegaskan, deklarasi kampanye damai ini bukan hanya sekadar serimonial belaka. Seluruh kontestan pemilu harus menjaga komitmen bersama menciptakan suasana pesta demokrasi yang kondusif.

"Harus dipatuhi semua pihak sehingga menjadi landasan untuk menghadirkan semangat pemilu yang berkualitas. Pemilu Damai 2019 mutlak harus kita wujudkan," ujar Rudisia Usman.

"Mari kita sesama kontestan menyampaikan gagasan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat dan harus mengatakan tidak pada politik uang," timpal Rudisia.

Dia juga mengajak seluruh stakholder partai politik, ulama, tokoh masyarakat, akademisi dan seluruh elemen masyarakat menyukseskan pemilu dan tak terpengaruh kabar bohong serta tak menyebar ujaran kebencian. Rudisia putra daerah asal Bangka Selatan ini juga berharap kepada penyelenggara khususnya di Kabupaten Bangka Selatan, dapat menjadi "wasit" yang netral.

"Komitmen No Hoax, No Money Politics, dan No SARA harus benar-benar dipastikan terlaksana sesuai dengan komitmen yang telah diikrarkan bersama," Lanjut Rudisia.

TNI/POLRI juga diharapkan mejadi "wasit" yang profesional mengedepankan netralitas untuk menghadirkan semangat Pemilu 2019 yang berkualitas.

"Peran Polri sangat vital karena mereka memiliki kompetensi yuridis dalam penegakan hukum, nantinya, Gakkum Terpadu akan sangat membantu Bawaslu maupun KPU dalam mengawasi dan menindak setiap pelanggaran Pemilu, baik yang dilaporkan maupun hasil temuan di lapangan," tukas Rudisia.(*)



MEDSOS WOWBABEL