Sukses KEK Belitung, Menpar Bidik Bangka

Tim_Wow    •    Senin, 22 Oktober 2018 | 09:37 WIB
Ekonomi
KEK pantai timur Sungailiat. (net)
KEK pantai timur Sungailiat. (net)

WOWBANGKA - Sukses dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung  Kelayang di Belitung, kini Kementerian  Pariwisata sedang  memeroses dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Pulau Bangka. Yakni KEK Pariwisata Tanjung  Gunung  dan KEK Pantai Timur Sungailiat.

Industri pariwisata dianggap mampu  menjadi penopang utama ekonomi di Bangka Belitung. Sebagai bukti dengan suksesnya  sektor pariwisata  sebagai penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pulau Belitung.

Kementerian Pariwisata mengatakan setelah memiliki KEK, PAD Belitung menunjunkan grafik naik. Pada 2017, PAD Belitung sudah ada di level Rp 193,18 miliar. Jumlah tersebut naik signifikan 41,21% atau riilnya Rp 56,38 ,iliar dari tahun sebelumnya. Pada 2016, PAD-nya berada di angka Rp 136,80 miliar.

"Setelah memiliki satu KEK, yaitu Tanjung Kelayang ada dua KEK lagi,  yaitu Tanjung Gunung dengan luas 385 hektare dan Sungailiat yang memiliki total luas 273 hektare. Pariwisata kini benar-benar menjalankan perannya secara signifikan. Pengaruhnya sangat positif. Arus investasi juga berkembang pesat. Postur investasi di Belitung diprediksi terus bertambah," jelas Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata Hiramsyah S Thaib, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/10/2018).

Pertumbuhan industri pariwisata menjadi magnet penarik investasi yang efektif. Johansyah mencontohkan arus investasi tahap 1 sebesar Rp 1,58 triliun disuntikan PT Pan Semujur Makmur. Alirannya diberikan pada KEK Tanjung Gunung. Sementara itu, KEK Sungailiat mampu menarik investasi sebesar Rp 5 triliun yang digelontorkan PT Pantai Timur Sungailiat.

"Semua lini industri pariwisata tumbuh sangat bagus. Sebab, aliran investasinya kencang. Pertumbuhan ini juga ditopang dengan penguatan aksesibilitasnya. Upaya untuk menghubungkan Belitung dengan mancanegara secara langsung terus dilakukan. Beberapa sudah menunjukan progres positif," jelas Hiramsyah.

Akses udara wilayah ini juga berkembang pesat. Apalagi maskapai Garuda Indonesia akan membuka direct flight internasional ke Singapura pada 29 Oktober 2018. 

Aktivasi poros Singapura-Tanjung Pandan ini akan  semakin menaikan jumlah kunjungan wisman karena Singapura ini daerah transit dari berbagai negara. Arus kunjungan wisatawan Singapura sendiri ke wilayah ini juga tinggi.

"Pariwisata Belitung dan Bangka akan semakin cerah dan semuanya berawal dari status KEK Pariwisata yang dimiliki," katanya.

Lokasi Bangka Belitung yang hanya 45 menit terbang dari Jakarta maupun Singapura dinilai sangat strategis. 

"Strategis untuk wisata akhir pekan. Sebab, saat ini rata-rata tingkat hunian hotel di Belitung sudah 70% serta potensi wisata MICE untuk weekday. MICE akan meningkatkan tingkat hunian saat weekday," katanya.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan KEK jadi solusi terbaik untuk mengembangkan perekonomian daerah. (*)
 



MEDSOS WOWBABEL