Kapitalisasi Posisi Negosiasi Tambang Tembaga-Emas Freeport di Grasberg Papua

ADVERTORIAL    •    Selasa, 23 Oktober 2018 | 15:24 WIB
Opini
Tambang Freeport di Papua.(net)
Tambang Freeport di Papua.(net)

 Oleh : DR. Ronnie Higuchi Rusli, M.Sc. (Dosen Penguji Program S3 di Universitas Indonesia)

SEBENARNYA  posisi pemerintah dalam negosiasi di PT Freeport adalah sangat kuat apabila perintah dalam hal ini KemenESDM mau mengklaim pemcemaran yang sudah dilakukan selama operasi, khususnya pencemaran dengan membuang “tailing” di Sungai Aikwa di Papua.

Dengan dasar pencemaran yang sudah dilakukan dan dengan memperhitungkan kerugian akibatnya maka pemerintah mempunyai posisi tawar yang tinggi untuk memiliki saham di PT Freeport dengan mengkonversi penalti yg harus dibayar dengan cara meminta mengganti kerugian pencemaran dengan saham pada saat kontrak karya berakhir di 2021.

Perhitungan kerugian pemcemaran berdasarkan dari data Gunung Grasberg yang sudah dieksploitasi oleh Freeport dari perhitungan sebagai berikut: lebar lubang Grasberg 4 km, dalam 1.5 km bentuk seperti kerucut terbalik maka volumenya adalah V = pi/3xr^2h =((pix4x1.5)/3)km^3 dan 1km^3=10^15 cm^3.

Densitasnya Azurite copper bearing mineral in Grasberg adalah 3.77-3.88 g/cm^3 dengan konsentrasi copper 2-3% Cu equivalent. Maka total Earth crush yg sdh diambil dari Grasberg utk diproses jadi tembaga adalah sebesar 23.706 x 10^9 Ton dengan konsentrasi 2-3% (ambil 2% konsentrasi copper) maka 47.41x 10^7 ton konsentrat kadar copper sudah diekspor Freeport dari bolongan Grasberg. Dari Konsentrat yang dismelter dapat 2ppm emas/ton atau 2g/ton konsentrat  maka didapat 94.82 x 10^7 gram x 10^-6 ton didapat 940.82 ton emas. Yang menarik adalah penalti yang harus dikenakan kepada Freeport terhadap tailing yang sudah dibuang di Sungai Aikwa sebagai enviromental Hazard (limbah beracun). Menurut EPA di Amerika dendanya adalah US$15/ton.

Berapa ton tailing yang sudah dibuang Freeport ke Sungai Aikwa yang mencemarkan Papua dan pengguna Sungai Aikwa sebagai berikut:  23.706 x 10^9 ton (copper bearing earth crust - 47.4 x 10^7 ton (konsentrat) = 23.526 x 10^9 ton tailing (23,526 miliar ton) yang sudah dibuang ke sungai Aikwa  sejak dari awal Gunung Grasberg sampai gunung bolong seperti tampak pada gambar di atas. Itu belum termasuk limbah beracun sebelumnya yg dibuang dari gunung Erstberg dan puncak dari Gunung Grasberg yang sudah tidak tampak.

Jadi data diatas sudah sangat representatif tanpa hitung limbah-limbah yang dibuang sebelum Grasberg bolong. Kalau denda menurut EPA utk environmental solid hazard adalah US$15/ton, maka denda yg harus dibayar Freeport dari bolongnya gunung

Grasberg adalah US$15/ton x (23.526 x 10^9 ton) = US$352.89 miliar adalah denda yang harus dibayar PT FreePort Indonesia kepada negara akibat pencemaran tailing untuk menghasilkan konsentrate tembaga yg mengandung emas.

Apabila pemerintah menuntut kerugian terendah yaitu seperseratusnya atau US$0,15/ton maka nilai penalti yang harus dibayar dengan konversi saham adalah sebesar US$3,529 Miliar. Nilai  ini hampir setara dengan nilai yang harus dibayar pemerintah yaitu sebesar US$3,85 Miliar. Kalaupun harus dibayar maka hanya nilai selisih US$ (3,85-3,529) Miliar saja.(*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE