Eco Beach Tent Belitung, Sustainable dan Ramah Lingkungan

Tim_Wow    •    Rabu, 31 Oktober 2018 | 13:34 WIB
Travel
Kawasan Eco Beach Tent yang dibangun di Kawasan Tanjung Kelayang, Belitung.
Kawasan Eco Beach Tent yang dibangun di Kawasan Tanjung Kelayang, Belitung.

WOWTRAVEL -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong agar pengembangan nomadic tourism dapat terus dikembangkan di Belitung. Tidak hanya investor besar, tapi juga bisa dilakukan dari komunitas (masyarakat).

Kemenpar akan membantu mencarikan pendanaan dengan meyakinkan perbankan agar mau menyalurkan dana pinjaman untuk investasi.

"Ujungnya seperti KUR Pariwisata atau dana desa yang boleh digunakan untuk membangun amenitas seperti ini. Kita juga siap membantu mempromosikan siapa-siapa yang menjalankan konsep nomadic tourism seperti ini," ujar Menpar dalam siaran persnya.

Eco Beach Tent sendiri berada di salah satu bagian terbaik di Pantai Belitung, Tanjung Kelayang. Berdiri di atas lahan seluas 6 hektar, Eco Beach Tent menawarkan pengalaman luar biasa untuk wisatawan. Menginap di sebuah tenda di kawasan yang sangat alami, namun dengan fasilitas seperti hotel berbintang.

General Manager Eco Beach Tent, Tanjung Kelayang, Ria Indra, menjelaskan, dengan mengusung konsep glamourious camp (Glamp Camp), tenda-tenda di Eco Beach Tent dirancang, dibuat, dan dikerjakan dengan baik oleh tukang kayu lokal dengan memanfaatkan elemen alam seperti nipah sawit atau daun kelapa dan dolken log.

"Filosofi desain terpusat pada estetika wabi-sabi. Sebagian besar daerah ditinggalkan dengan kekasaran dan kesederhanaan materi untuk menghargai ketidaksempurnaannya. Semua tenda memiliki teras pedesaan dengan pemandangan yang menakjubkan lautan tak terbatas," terang Ria.

Ria menambahkan Eco Beach Tent dikembangkan dengan mempertimbangkan masa depan dengan meminimalkan dampak lingkungan. Sustainable dan sadar lingkungan adalah prinsip utama dari ini pengembangan Eco Beach Tent. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE