Kawasan Hutan Pantai Jadi Sasaran Penambang

Tim_Wow    •    Sabtu, 03 November 2018 | 09:38 WIB
Lokal
Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono.(net)
Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono.(net)

WOWTOBOALI --  Aktivitas Perambahan Kawasan Hutan di kabupaten Bangka Selatan kian marak. Penambangan biji timah merupakan model perambahan kawasan hutan yang kerap terjadi, terutama di kawasan hutan lindung pantai, seperti kasus yang diungkap jajaran Polres Bangka Selatan, belum lama ini.

Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Bangka Selatan, menangkap tiga orang pelaku  yang diduga melakukan aktivitas penambangan biji timah di kawasan Hutan Lindung Pantai, Kubu, Toboali.

Hal itu sebagaimana diungkapakan Kapolres Bangka Selatan, saat menggelar Pres Confrence ungkap perkara Polres Basel dari Bulan September - Oktober 2018.

Menanggapi maraknya aktivitas ekploitasi di Kawasan Hutan Lindung, Kapolres Kabupaten Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono, mengatakan pertama tama akan berkoordinasi dengan pihak kementerian kehutanan untuk mendeteksi potensi kawasan hutan yang rawan diekploitasi secara ilegal.

"Pertama kita akan bersinergi dengan kementerian kehutanan dalam rangka melakukan kegiatan deteksi sejauh mana kegiatan kegiatan yang masih berpotensi dilakukan ekploitasi secara ilegal, baik dikawasan hutan produksi, konservasi, maupun hutan lindung yang berada di Kabupaten Bangka Selatan,"ujar AKBP, Aris Sulistyono, Kamis (1/11/2018).

Menurut AKBP Aris, sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan dan penegakan hukum melalui satuan reserse kriminal Satreskrim, Polres Bangka Selatan, yang dipimpin AKP Hary Kartono selaku Kasat Reskrim.

Namun, Lanjut AKBP Aris, kedepan pihaknya akan membentuk tim khusus yang melibatkan pihak pihak terkait bertujuan untuk mempermudah melakukan deteksi, penertiban, dan penindakan hukum.

"Polres Bangka Selatan meng inisiatori akan membentuk tim terpadu yang akan melibatkan instansi instansi terkait yang berkompeten yang dapat diajak bekerjasama dalam rangka melakukan deteksi sekaligus melakukan penertiban dan penegakan hukum," Kata AKBP Aris.

AKBP Aris berharap, dengan dibentuknya Tim Terpadu tersebut diharapkan dapat  mencegah ekploitasi kawasan hutan secara ilegal di Kabupaten Bangka Selatan, yang bertentangan dengan Undang undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Perusakan Hutan Lindung, dan Undang undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Minerba.(*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE