Gaji di PMA Seharusnya Diatas UMP

Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bangka Belitung (Babel) Darusman Aswan.(net)
Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bangka Belitung (Babel) Darusman Aswan.(net)

WOWPANGKALPINANG -– Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bangka Belitung (Babel) Darusman Aswan meminta kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Babel untuk tidak mengartikan upah minimum provinsi (UMP) sebagai upah yang paling maksimal.

Karena menurutnya UMP tahun 2019 yang telah ditetapkan pemprov babel sebesar Rp 2.976.705.97. Ini sepantasnya bagi para pekerja unskill (tidak memiliki kompetensi).

“Saya pikir untuk level pekerjaan yang un skill sudah pantas lah angka upah ini,” ujarnya, Jumat (2/11/2019).

Namun untuk level pekerjaan yang sudah kategori skill, dikatakan Darusman, itu harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan tersebut. Ia mencontohkan seperti perusahaan pabrik kelapa sawit yang notabennya menggunakan modal asing (PMA). Sudah selakyanya sistem pengupahan para pekerja di perusahaan tersebut di atas upah minimum provinsi (UMP).

“Untuk perusahaan menengah ke atas seperti perusahaan sawit, udah selayaknya memberlakukan upah di atas ump. Karena mereka inikan perusahaan modal asing,” katanya.

Dirinya pun berharap kepada seluruh pengusaha untuk dapat melaksanakan apa yang sudah menjadi ketetapan pemerintah.

“Dengan kelayakan UMP ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya produktivitas dan etos kerja buruh itu sendiri. Dan yang di untungkan perusahaan itu sendiri,” harapnya.(kill)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL