Triwulan III 2018 Pertumbuhan Ekonomi Babel Melejit

Tim_Wow    •    Rabu, 07 November 2018 | 16:39 WIB
Ekonomi
ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

WOWEKONOMI -- Pertumbuhan perekonomian Provinsi Bangka Belitung pada Triwulkan III tahun 2018 mencapai 7,09 persen. Angka ini melejit dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan I dan II tahun 2018. Bahkan pada Triwulan III menempatkan pertumbuhan ekonomi Babel di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional, yakni 5,17%.

Laporan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung  Triwulan III tahun  2018 mencapai 7,09% (yoy), tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Sumatera. PDRB Triwulan ketiga lebih tinggi dibandingkan Triwulan kedua  2018 sebesar 4,51% (yoy).

“Angka pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan ketiga  2018, tercatat lebih tinggi dibandingkan Nasional dan Sumatera yang masing-masing sebesar 5,17% dan 4,72% (yoy),” kata Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11/2018).

Jika dilihat dari nilai nominal, perekonomian Babel Triwulan III tahun 2018 berdasarkan ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku) dan ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) masing-masing sebesar Rp 18,66 Triliun dan Rp 13,38 Triliun.

Disampaikan Erzaldi,  faktor pendorong peningkatan perekonomian Triwulan III tahun 2018,  terdapat 4 sektor utama,  yaitu sektor industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial, serta sektor konstruksi.

Sektor industri pengolahan, tumbuh 10,03% (yoy), memebrikan andil 2,25%. Kinerja positif sektor ini didorong oleh peningkatan produksi CPO yang cukup tinggi yang disebabkan produktivitas kepala sawit yang meningkat signifikan.

“Komoditas perkebunan lainnya seperti karet dan lada juga mengalami peningkatan produksi. Disamping itu, produksi logam timah juga mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan III 2017,” ujar Erzaldi.

Sektor pertanian, tumbuh 8,61% (yoy), andil 1,55%. Pertumbuhan kinerja sektor pertanian didorong oleh peningkatan produksi sub sektor perkebunan kelapa sawit yang cukup signifikan karena memasuki masa panen dan peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit dibandingkan tahun 2017 yang disebabkan oleh implementasi Good Agricultural Practices (GAP) yang semakin baik.

Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib pun  tumbuh 12,20% yoy (andil 0,63%).  Peningkatan kinerja sektor ini disebabkan oleh realisasi proyek infrastruktur pemerintah, belanja barang dan jasa, serta belanja modal pemerintah.Disamping itu juga terdapat pencairan dana desa pada Triwulan III.

Lalu sektor konstruksi, tumbuh 6,51% (yoy), andil 0,56%. Peningkatan pada sektor ini disebabkan oleh adanya pembangunan di sektor pariwisata khususnya di wilayah Pulau Belitung seperti pembangunan area KEK Tanjung Kelayang. (*)

 

 



MEDSOS WOWBABEL