Dewan Desak Aparat Tindak Penyalahgunaan Gas Melon

Tim_Wow    •    Jumat, 09 November 2018 | 15:25 WIB
Ekonomi
Warga Toboali antri gas elpiji 3 kilogram. (As/WowBabel)
Warga Toboali antri gas elpiji 3 kilogram. (As/WowBabel)

WOWBASEL - Ketua DPRD kabupaten Bangka Selatan, Sipioni meminta pemerintah menindaklanjuti kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Sipioni juga mendesak  agar penegak hukum mengawasi pendistribusian khususnya ditingkat pengecer.

Kondisi saat ini, kata Sipioni rawan terjadi praktik nakal, seperti penimbunan serta memanfaatkan keadaan dengan menjual gas diatas harga normal. 

"Kami minta pihak Kepolisan dan OPD terkait untuk mengawasi mulai dari pendistribusian dan penyaluran gas elpiji 3 kilogram," ujar Sipioni, Jumat (9/11/2018).

"Kalau memang adanya indikasi pelanggaran kami minta dibina. Kalau memang masih nakal ya tindak tegas, " tegas Sipioni. 

Sementara Kapolres Bangka Selatan, AKBP, Aris Sulistyono mengatakan, akan melakukan penegakan hukum jika terbukti ada penyalahgunaan.

"Polres Basel akan melakukan pengawasan pendistribusianya sesuai ketentuan yang berlaku dan bersinergi dengan instansi terkait serta akan melakukan Penegakan hukum (Gakum) apabila terbukti terjadi tindak pidana,"  kata AKBP Aris.

Menurut Tabel Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji subsidi 3 kilogram  sebagaimana yang tertera di PT. Eriks Dharma Pratama salah satu agen elpiji di Kabupaten Bangka Selatan, harga gas relatif berbeda, yakni di kecamatan Payung Rp.16.200,  Kecamatan Air Gegas Rp.16.400, Simpang Rimba Rp. 16.400, Toboali Rp.16.700, Sadai Rp.17.200, Penutuk Rp.21.500, Tanjung Sangkar Rp.23.300. 

Sementara Dinas Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, telah mengeluarkan surat imbauan  menindaklanjuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan surat edaran Gubernur Babel tentang penggunaan LPG di provinsi Bangka Belitung.

Kepala Bidang Perdagangan, Saleh mengatakan surat edaran tersebut telah diterima Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Bangka Selatan tanggal 18 September 2018 lalu.

"Maka dengan ini kami sampaikan imbauan kepada toko-toko, rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan LPG tabung 3 kg bersubsidi dikarenakan LPG tabung 3 kg bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. Selebaran sudah kami sebar ke pihak agen, pangkalan, serta tempat-tempat usaha seperti rumah makan dan restoran,"  ujarnya.

Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Bangka Selatan mencatat realsiasi penyaluran gas elpiji 3 kg  pada bulan Oktober tahun 2018 sebanyak 142.026. Dengan rincian PT Eriks sebanyak 31.360 tabung, PT Haluan Karya Mandiri 60.829 dan PT Nur Gas Murni 49.840.

Saleh menyampaikan, ratusan Pangkalan gas Elpiji tersebar di Kabupaten Bangka Selatan. Dari delapan kecamatan, jumlah Pangkalan yang paling banyak ada di  Toboali. Disusul Kecamatan Air Gegas, Payung, Simpang Rimba, Tukak Sadai, Lepar Pongok, Pulau Besar dan Kepulauan Pongok. 

"Jumlah Pangkalan per Kecamatan, Kecamatan Toboali, 80, tukak Sadai 13, pulau besar 6, payung 16, airgegas 27, simpang rimba 14, Kepulauan Pongok 5, dan lepar Pongok 8," tukasnya. 

Untuk diketahui, kelangkaan gas melon tejadi sudah hampir dua pekan terakhir. Masyarakat pun ramai mengantri disetiap pangkalan, namun tak sedikit masyarakat harus kembali membawa pulang tabung gas dalam keadaan kosong. (As)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE