Penetapan DPTHP-2 Terpaksa Diskors, Ini Sebabnya

Endi    •    Selasa, 13 November 2018 | 23:27 WIB
Pilkada
Rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU Bangka Belitung (Babel), Selasa (13/11/2018) sore, berlangsung cukup alot. Rapat yang semestinya mengagendakan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan Tahap Dua (DPTHP-2) terpaksa dihentikan sementara.(wowbabel.com)
Rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU Bangka Belitung (Babel), Selasa (13/11/2018) sore, berlangsung cukup alot. Rapat yang semestinya mengagendakan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan Tahap Dua (DPTHP-2) terpaksa dihentikan sementara.(wowbabel.com)

WOWPOLITIK -- Rapat pleno yang berlangsung di Kantor KPU Bangka Belitung (Babel), Selasa (13/11/2018) sore, berlangsung cukup alot. Rapat yang semestinya mengagendakan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan Tahap Dua (DPTHP-2) terpaksa dihentikan sementara.

Tahap dua ini terpaksa dihentikan sementara atau diskors, menyusul keberatan atau rekomendasi dari Bawaslu yang masih menemukan sejumlah data ganda atau data invalid, di empat kabupaten dari tujuh kabupaten/kota se-Babel.

Berdasarkan DP-4 non DPT yang disampaikan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, dari 31 juta data ganda tercatat 129.418  data pemilih ganda atau bermasalah berasal dari Babel.

Setelah melakukan perbaikan, KPU Babel berhasil memverifikasi 1.166 data ganda dan 18.177 pemilih tambahan hasil perbaikan. Sehingga total DPTHP tahap dua yang sedianya akan ditetapkan tadi sore, berjumlah 931.416 pemilih. Jumlah ini tersebar di 391 desa dan 3.801 TPS se-Babel.

Namun karena masih adanya temuan Bawaslu, penetapan DPTHP tahap dua ini, harus mengalami penundaan dan skorsing, untuk memberikan waktu bagi jajaran KPU Babel guna melakukan perbaikan sebelum ditetapkan.

"Kita tadi sudah melakukan konsolidasi  jumlah data pemilih sebenarnya itu ada 931.416 pemilih, ternyata di data pemilih ini  masih terdapat data ganda menurut rekomendasi Bawaslu. Kami akan menyelesaikan semua data yang disampaikan Bawaslu. Data ganda yang ditemukan Bawaslu itu ada di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Belitung dan Belitung Timur,” ungkap Ketua KPU Babel, Davitri.

Sementara itu Ketua Bawaslu Babel, Edy Irawan, mengatakan, pihaknya melakukan pendataan, agar tidak terjadi di DPT ganda di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

"Kita bukan inginnya memperlambat atau memang sengaja menunda pleno ini, tetapi konsekuensi ini mau tidak mau harus kita ambil," tukasnya.

Perlu diketahui, Pileg dan Pilpres yang sudah didepan mata akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL