Merumuskan Tata Ruang Jangan Lupakan SDA

Tim_Wow    •    Kamis, 15 November 2018 | 16:28 WIB
Lokal
Direktur, Pembinaan  Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Reny Windyawati menerima cendera mata dari Bupati Basel Justiar Noer dalam raker Bappeda se Provinsi Babel, Kamis (15/11/2018) di Hotel Marina, Toboali, Bangka Selatan. (As/WB)
Direktur, Pembinaan  Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Reny Windyawati menerima cendera mata dari Bupati Basel Justiar Noer dalam raker Bappeda se Provinsi Babel, Kamis (15/11/2018) di Hotel Marina, Toboali, Bangka Selatan. (As/WB)

WOWBASEL - Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional, menyarankan agar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merumuskan perencanaan Tata Ruang berdasarkan potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Direktur, Pembinaan  Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Reny Windyawati.

Reny mengatakan, sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemakmuran rakyat.

Dimana, salah satu SDA yang dimiliki Bangka Belitung adalah Timah. Pertambangan Timah memang menjadi salah satu penggerak ekonomi Bangka Belitung.  Bahkan, Pertambangan Timah Babel merupakan salah satu komoditas penyumbang Devisa terbesar di Indonesia. 

"Intinya kalau kita mau melihat Bangka Belitung berkembang ke depan, tentunya harus memperhatikan sumber daya alamnya. Kalau Timah sebagai potensi yang dimiliki Bangka Belitung, ya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujar Reny Windyawati, kepada wartawan usai menjadi pemateri Rapat Kerja Bapedda Se-Provinsi Bangka Belitung, Kamis (15/11/2018) bertempat di Hotel Marina, Toboali, Bangka Selatan. 

Mengingat Pertambangan Timah yang hingga kini masih menjadi sektor penggerak ekonomi masyrakat Babel, Reny menyarankan agar pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperhatikan potensi sumber daya alam yang dimiliki. 

"Jadi harus bisa dilihat teman-teman yang nantinya menyusun tata ruang, bagaimana dia mengalokasikan ruangnya bahwa itu semua memang untuk kepentingan rakyat dan memperhatikan kepentingan stakeholder," imbuh Reny. 

Sementara, dalam Rapat kerja Bappeda se-Provinsi Babel yang bertujuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tersebut, Reny berharap melahirkan kebijakan, khususnya kebijakan Tata Ruang yang tepat terkait pertambangan Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

"Harus ada kebijakan-kebijakan tata ruang seperti apa, dan harus disepakati semua yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Intinya ya tadi kalau itu (timah) memang menjadi kepentingan bersama dan menjadi salah satu potensi terbesar atau sektor unggulan, ya harus dituangkan dalam tata ruang seperti apa yang tepat," tukasnya. (As/WB)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL