Nostalgia Kue Ketan Beruban

Tim_Wow    •    Sabtu, 17 November 2018 | 13:59 WIB
Travel
Kuliner tempo doeloe. (Romy/WowBabel)
Kuliner tempo doeloe. (Romy/WowBabel)

WOWTRAVEL - Festival Toboali Tempo Doeloe tak hanya menyajikan sejarah masa lalu kejayaan daerah yang ada di sebelah Selatan pulau Bangka.

Aneka panganan bernuansa jadul juga tersaji dalam agenda yang kali pertama dilakukan sejak kepemimpinan Justiar Noer sebagai Bupati Bangka Selatan.

Para tamu undangan diajak bernostalgia, melalui lomba sajian kue tempo doeloe didkawasan Simpang Lima Toboali, Sabtu (17/11/2018).

Acara tempo doeloe dikemas menarik dalam masa kini.  Lomba  sajian kue tempo dulu ini juga untuk melestarikan kearifan lokal yang sempat ada.

"Karena  temanya tempo doeloe jadi penyajiannya belum  pakai  sendok melainkan pelepah pisang dan memakai  piring dari etnis Cina karena Cina baru masuk ke Bangka pada masa lalu," ujar Rina (42), salah satu peserta lomba.

Kue - kue dalam perlombaan ini mempunyai bahan yang didapat disekitar kebun belakang rumah warga setempat.

"Kue zaman dulu ada Tumpe Rangai bahan sagu, gula kabung atau gula aren kepala parut dan garam sedikit, yang kedua ada Ipuk - ipuk dari bahan beras ketan tapi bukan beras kita tepung sekarang tapi dari besar  ketan  yang direndam terlebih dahulu lalu proses pengilingan batu zaman dulu supaya jadi tepung  besar ketan. Yang ketiga Lepet Ubi dari hasil dari kebun belakang rumah pakai gula kabung lagi dibungkus pakai pelepah pisang dan dikukus, yang keempat Celepon Ubi Akar bahan juga dari belakang rumah bahan sama gula kabung lagi," ungkap Rina.

1   2