Suara Lantang Dari Habang (3)

Tim_Wow    •    Jumat, 23 November 2018 | 13:58 WIB
Opini
H Hidayat Tukijan, mantan anggota KPPT.(wowbabel.com)
H Hidayat Tukijan, mantan anggota KPPT.(wowbabel.com)

JALAN tengah itu dapat diterima oleh masyarakat Bangka Selatan. KPPT sebagai motor utama perjuangan pemekaran bergabung dalam perjuangan Provinsi Babel. Catatannya, bahwa perjuangan provinsi tetap memasukkan nama Bangka Selatan sebagai kabupaten baru dengan Toboali sebagai ibukota.

“Kita bergabung bersama tim perjuangan provinsi. Dan saat itu kita putuskan jika Toboali sebagai ibu kota Kabupaten Bangka Selatan adalah harga mati,” tambah Hidayat Tukijan yang juga tergabung dalam KPPT.

Babak baru perjuangan dengan meleburkan diri bersama seluruh masyarakat Bangka dan Belitung adalah kontribusi nyata Bangka Selatan untuk Babel.

“Organisasi perjuangan KPPT juga terlibat dalam sosialisasi di Bangka Selatan ini bentuk kecintaan kami sebagai bagian dari provinsi,” ujarnya.

Sempat tertunda dengan menahan diri dan ikut dalam arus besar sejarah   melahirkan Provinsi Bangka Belitung, semangat pemekeran daerah Bangka Selatan tetap menyala. Langkah perjuangan makin mudah karena ditopang oleh segenap lapisan masyarakat di Pulau Bangka maupun Belitung.

 “Kita tidak mau egois, meski tertunda otomatis saat menjadi provinsi untuk mewujudkan kabupaten baru di selatan Bangka akan lebih mudah. Sekali dayung dua pulau terlampaui,” kata Dayat.

Konsistensi agar Kabupaten Bangka Selatan berdiri makin menguat setelah 21 November 2000 disyahkannya UU Pembentukan Provinsi Kepualuan Bangka Belitung. KPPT terus bergerak membangun lobi dan komunkasi ke elit politik maupun pemerintahan.

“Masih ada kecemasan, kalau ibukota tidak di Toboali dan wacana perjuangan itu melemah setelah euforia provinsi baru,” cetus Dayat.

Pemekaran kabupaten baru di Provinsi Bangka Belitung adalah syarat yang harus dipenuhi sesuai perintah UU tetap dilakukan. Pada 14 April 2002, rombongan komisi II DPR RI mengnjungi Toboali dan berdialog dengan segenap elemen masyarakat  Bangka Selatan. Mulai tampak titik terang jika perjuangan menjadi kabupaten tersendiri itu akan terwujud.

Paket pembentukan Provinsi Babel menyebutkan jika Belitung dipecah menjadi Belitung Timur. Sedangkan, Bangka dipecah menjadi Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.  Untuk meyiapkan pemekaran kabupaten, Kementerian Dalam Negeri  membentuk Tim Observasi untuk menentukan kelayakan sebuah kabupaten dimekarkan menjadi kabupaten yang baru.  Nama Drs Abdul Fatah, wakil Gubernur Babel saat ini termasuk dalam  anggota Tim Observasi di kementerian dalam negeri.

”Saya masih ingat, waktu ada pembentukan pemekaran. Dan pihak kementerian dalam negeri sempat menunjuk saya dalam tim,” ungkap Abdul Fatah.

Hari yang dinantikan itupun terwujud, Selasa 27 Januari 2003 perjuangan panjang pembentukan Kabupaten Bangka Selatan bersama Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Kabupaten Belitung Timur sebagai daerah otonom baru.

Seperti halnya provinsi, perjuangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Babel masih harus diupayakan sebagaimana tujuan pembentukan provinsi maupun pemekaran kabupaten yang tertuang dalam proposal perjuangan. Tanpa itu Jembatan Emas Menuju Kesejahteraan Masyarakat hanya janji belaka. Sudah 18 tahun perjalanan itu, pemimpin sudah tiga kali berganti, masih banyak catatan jika tujuan mulia itu masih tercecer dimana-mana. Akankah suara perjuangan itu tetap lantang? (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE