Upacara Kedinasan Polri, Hantarkan Bripka Rangga ke Peristirahatan Terakhir

Endi    •    Sabtu, 24 November 2018 | 13:28 WIB
Lokal
Prosesi pemakaman Bripka Rangga. (WowBabel)
Prosesi pemakaman Bripka Rangga. (WowBabel)

WOWPANGKALPINANG - Jenazah Bripka Rangga Adiprana, korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610, diperairan Karawang, 29 Oktober silam, dimakamkan di Tepat Pemakaman Umum (TPU) Gabek 1, Pangkalpinang, Sabtu (24/11/2018) siang.

Pemakaman korban dilakukan dengan cara kedinasan institusi Polri, yang dipimpin langsung Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdianto dan turut dihadiri pejabat lainnya di Polres Pangkalpinang.

Bripka Rangga, merupakan Anggota Polisi Polres Pangkalpinang yang menjabat sebagai Kanit Provos. Dimata keluarga dan kerabat, Rangga dikenal sosok yang baik dan mudah bersosialisasi dengan siapapun.

Ia juga dikenal sebagai abdi negara yang tegas dan selalu menempati posisinya untuk melayani masyarakat.

Jenazah Bripka Rangga berhasil teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri, pada Jumat pagi kemarin, melalui sampel DNA, bersama 16 jenazah lainnya dihari terakhir proses identifikasi jenazah. 

Jenazah korban dipulangkan ke pihak keluarga Sabtu pagi tadi, dan langsung dimakamkan usai disemayamkan dan disholatkan.

"Upacara ini sebagai bentuk penghormatan negara terdahap Rangga yang telah mengabdi kepada negara," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman, dalam sambutannya.

Menurut Kapolres, Bripka Rangga adalah sosok inspirasi bagi anggota polisi lainnya, karena dikenal tekun dan baik dalam menjalin silaturahmi.

"Kita sebagai sahabat merasa kehilangan, beliau merupakan sosok yang rajin dan tekun menunaikan tugasnya, dengan mengorbankan segala yang ada padanya dan patut menjadi tauladan bagi kita semua," tukas Kapolres.

Dari total 189 korban dari peristiwa kecelakaan udara itu, 125 jenazah teridentifikasi, 42 jenazah merupakan warga asal Babel, dari total 56 orang warga Babel yang turut menjadi korban. Sementara 64 jenazah belum teridentifikasi, namun proses identifikasi terhenti pada Jumat (23/11/2018).

Pihak keluarga berharap jenazah anggota keluarga mereka yang turut menjadi korban, dapat segera teridentifikasi agar dapat dimakamkan dengan layak. (Dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL