Pengcab PTMSI Bangka Pertanyakan Nama Atlet Peraih Medali PORPROV 2014 Dianulir

Muri_Setiawan    •    Minggu, 25 November 2018 | 13:49 WIB
Sport
ilustrasi
ilustrasi

WOWSPORT - Kabar mengejutkan datang dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Bangka Belitung 2018 di Bangka Tengah. Pada cabang olahraga (cabor) Tenis Meja, tiga atlet andalan kontingan kabupaten Bangka dianulir pihak Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Babel dan Koni Babel. Ketiganya adalah Muhammad Alvi Ardiano, Nisa Puji Astuti dan Abang Satria Purba. Alvi dan Nisa disebut-sebut karena ada proses mutasi keduanya yang belum selesai dilakukan. Sementara untuk Abang Satria, dianulir atas kesepakatan bersama 6 kabupaten peserta ajang ini. Satria hanya diijinkan mengikuti kategori Ganda Putra dan Ganda Campuran.

Atas keputusan ini, pihak KONI kabupaten Bangka yang menjadi induk Pengcab PTMSI Bangka, melayangkan protes dan enggan menandatangani kesepakatan tersebut, dan meminta pihak Pengprov PTMSI Babel dan KONI Babel bersikap tegas dan profesional.

“Kami sangat kecewa, karena menurut kami atlet ini yang bernama Abang Satria Purba adalah atlet yang sudah sah untuk mengikuti ajang Porprov V ini. Bahwa, Satria adalah peraih medali emas  tunggal putra di Porprov IV di Beltim tahun 2014. Dan sampai saat ini tidak pernah membela kabupaten atau provinsi lain di wilayah Indonesia. Jadi apa dasarnya kabupaten lain menolak dan Pengprov menolak. Di 2014 menyatakan (alasan) bahwa ada SK ganda, di 2018 dengan kesepakatan mengalahkan SK yang sudah dikeluarkan oleh dewan keabsahan dan ditandatangani Ketua KONI, dengan alasan apalagi,” ungkap Mukti Ali, Ketua PTMSI Pengcab Bangka kepada  wowbabel.com, Minggu (25/11/2018).

Dikatakan Ali, bahwa kabupaten lain ketakutan dengan kekuatan Abang Satria yang memang sudah terbukti di PORPROV sebelumnya.

“Kalau mereka bukan takut dengan kekuatan Satria, alasan apalagi. Jikalau memang atlet ini terbukti pernah mengikuti ajang Tenis Meja mewakili kabupaten atau provinsi lain silahkan lakukan gugatan, cabut medali emas PORPROV 2014 nya, tetapi kenapa selama ini seperti ada ajang pembiaran pembodohan dari pihak Pengprov tidak terus terang, menggiring Pengkab (PTMSI) menyatakan bahwa Satria ini tidak sah, dan medali emas nya itu tidak sah. Sehingga kami tau apa yang harus kami lakukan sehingga tidak menjadii polemik di 2018,” lanjutnya.

“Saya sudah kehilangan kata-kata untuk menjelaskan tentang segala sesuatu yang salah dalam hal ini. Okelah kalau dibilang 2 atlet kami yang lain Alvi dan Nisa itu tidak sah karena ada proses mutasi dan lain-lain. Tapi seorang Abang Satria Purba, orang tuanya bang Mursi Pari orang Bangka, kakeknya itu pak Sugiraya BA, siapa yang tidak tau, kepala SMP 1, pernah menjabat kepala sma negeri, dan juga pernah menjabat kepala dinas pendidikan di kabupaten Bangka, siapa yang tidak kenal. Tapi sepertinya orang-orang yang lain butuh pencerahan. Kalau masalah dia lahir di Bandung, saya rasa bukan hanya Satria, pemain lain banyak kelahiran Bandung, tolong dicek, pasti ada yang bukan kelahiran Bangka,” imbuhnya.

Ali merasa hal ini sangat janggal sekali mengingat Satria adalah juara bertahan di PORPROV 2014, yang sudah berjalan 4 tahun namun tidak ada protes apapun selama itu. Dengan adanya kesepakatan bersama kali ini, Ali menuding bahwa Ketua Pengprov sekarang tidak mengakui kapabilitas dan keabsahan KONI Provinsi yang sudah menandatangani SK Satria di 2014.

“Janggal, sangat janggal sekali. Satria ini 2014 adalah juara bertahan, apapun alasannya Satria mengikuti PORPROV IV 2014 di Beltim dengan SK dari KONI Provinsi, jikalau alasan Pengprov kalau saat itu terjadi carut marut kepengurusan Pengprov, ini sama artinya bahwa Ketua Pengprov sekarang tidak mengakui ataupun tidak puas dengan Ketua Pengprov sebelumnya. Dan juga tidak mengakui kapabilitas tim keabsahan KONI Provinsi yang sudah menandatangani SK Satria di 2014. Dari 2014 sampai 2018 ada 4 tahun waktu yang sangat panjang, apakah pernah Pengprov melakukan klarifikasi mengenai status medali yang diraih Satria ini. Jawabannya tidak, baik kepada Pengkab PTMSI Bangka ataupun kepada KONI kabupaten Bangka sebagai induk kami. Ketika waktunya sudah mendekati PORPROV 2018 ada bahasa bahwa medalinya tidak sah. Jadi menurut saya keputusan ini aneh dan sangat-sangat janggal, diputuskan karena adanya ketakutan terhadap kekuatan atlet ini,” bebernya.

Atas kejadian ini, lanjut Ali, pihaknya melakukan koordinasi dengan Ketua Kontingen kabupaten Bangka yang berasal dari unsur KONI, juga telah melakukan koordinasi dengan Ketua KONI kabupaten Bangka Beni Hasbi, melayangkan surat keberatan atau surat banding kepada Ketua KONI provinsi Babel dan jajarannya atas apa yang terjadi ini.

“Apakah benar bahwa SK yang ditandatangani oleh Ketua KONI provinsi kalah legitimasinya dibanding oleh SK yang dikeluarkan oleh seorang Ketua Pengprov,” tandasnya.

“Kepada panitia, profesional lah dalam bekerja, jangan memegang prinsip like or dislike (suka atau tidak suka) dalam hal ini, jangan berpikir seperti katak dalam tempurung. Bahwa takut dengan kehadiran seorang atlet yang lebih jago dari kita. Kalau ada itu, atlet yang ada harus berlatih lebih keras lagi,” tambahnya.

Sebagai pengganti Satria di kategori yang ditinggalkan Abang Satria, pihak Pengcab PTMSI Bangka mengajukan nama Rido Rezaldi, sekaligus agar Satria bisa bertanding di kategori Ganda Putra.

“Jikalau Abang Satria Purba tidak terkendala, Muhammad Alvi Hadiana tidak juga dianulir, dan juga Nisa Puji Astuti tidak juga dianulir saya rasa kabupaten Bangka akan mendapat 7 medali emas dalam Porprov ini. Tetapi ini akan mengurangi apa yang bisa kami raih, tetapi kami berdoa dan berdoa Allah melihat dan mendengar kezoliman yang dilakukan oleh orang lain ini, sehingga pada Porprov V ini kami kabupaten Bangka bisa diberikan keajaiban sehingga meraih medali maksimal,” harapnya.

Pada PORPROV V 2018, kata Ali, pihaknya sangat mewaspadai kontingen dari Belitung Timur, karena terdapat satu orang atlet bernama Rahayu.

“Kami mewaspadai seluruh kekuatan kabupaten, Beltim paling diwaspadai, disana ada atlet yang namanya Rahayu alias Bayu yang memang bukan kelahiran Beltim asli tetapi sudah lama bermutasi sama seperti Satria sebenarnya,” tukasnya.

Atlet Tenis Meja kabupaten Bangka yang berlaga di ajang 4 tahunan kali ini, Ali berpesan agar tetap optimis dan yakin dapat meraih kemenangan meeskipun dalam kondisi beberapa atlet dianulir.

“Dari tim putra saudara Gesa Araniri sebagai kapten tim kepada Abang Aatria Purba, Ajen Karim, RidoRezaldi dan Muhammad Alvi Ardiano yang dianulir, saya berharap kalian bersatu, berjuang membawa nama kabupaten Bangka di Porprov V ini. Dibalik segala carut marut yang terjadi, ketidakadilan yang kita alami biarkan ini menjadi semangat, suntikan motivasi buat kita, mari kita berdoa dan berharap bahwa Allah tidak akan diam, Allah akan melihat apa yang terjadi dan memberikan yang terbaik kepada yang seharusnya bukan kepada mereka yang menzolimi. Juga kepad atlet putri, Risnawati, Natasia dan Deborah, Nisa Puji Astuti juga dianulir tidak bisa mengikuti kategori apapun, bersatulah, mari kita buktikan bahwa yang zolim tidak akan memenangi pertandingan ini, dan Allah berpihak kepada kita. Salam olahraga, jaya,” tutupnya. (mur)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL