Gapoktan Gadung Manfaatkan Bibit Bawang Merah Bantuan Pemerintah

Gapoktan Desa Gadung Berseri, kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. (wowbabel)
Gapoktan Desa Gadung Berseri, kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. (wowbabel)

WOWADVERTORIAL - Gabungan Kelompok Tani Desa Gadung Berseri, kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan mulai menanam Bawang Merah bibit bantuan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP). 

 

Ditemui di Lahan pertanian milik Gapoktan Gadung Berseri, bibit Bawang Merah bantuan Dinas Pertanian tersebut sudah tampak tumbuh subur. Beberapa petani tampak tengah merawat, menebarkan pupuk serta melakukan penyemprotan. 

Pembina Gapoktan Desa Gadung Berseri, Ahmad Basahir menuturkan, pihaknya mendapat bantuan bibit Bawang Merah dari Dinas Pertanian sebanyak 600 kilogram. Bantuan tersebut mereka tanam di atas lahan seluas 1/2 hektar.

"Saat ini usianya sudah 10 hari dan sejauh ini pertumbuhan cukup maksimal," ujar Basahir ditemui di lokasi. 

Ia mengatakan, pihaknya baru pertama kali menanam Bawang Merah. Namun, pihaknya mengaku tidak mengalami kesulitan karena didampingi tenaga penyuluh pertanian. 

"Hampir setiap hari penyuluh datang untuk memantau dan mendampingi kami, sehingga sangat terbantukan karena ini baru pertama kali kita menanam Bawang Merah," tuturnya. 

Basahir yang sekaligus merupakan Kepala Desa setempat, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian yang telah mempercayakan gapoktan Desa Gadung untuk membudiyakan Bawang Merah. 

"Kita berusaha memaksimalkan bantuan pemerintah ini, mudah-mudahan sukses sehingga nanti menjadi motivasi masyrakat bertanam Bawang Merah," imbuhnya. 

Ia menambahkan, pihaknya sengaja membuka lahan pertanian di tepi jalan umum dengan tujuan memancing masyarakat untuk melihat perkebunan tersebut, sekaligus pihaknya akan menjadikan perkebunan tersebut sebagai wisata agro Desa Gadung. 

"Selain Bawang Merah, kita juga menanam Melon, Labu Madu, Tomat, Semangka dan Gisek dengan luas lahan 4 hektare, nantinya kita jadikan wisata agro Desa Gadung," terang Basahir. 

Sementara, untuk Bawang Merah, pihaknya sengaja mendatangkan perawat kebun yang sudah berpengalaman bercocok tanam Bawang Merah yang berasal dari Pulau Jawa.

Salah satu perawat kebun Agus mengatakan, perawatan Bawang Merah cukup rumit dan perlu perawatan ekstra, terlebih cuaca pulau Bangka yang terbilang cukup ekstrim.

Hanya saja menurut Agus, tanah pulau Bangka, khususnya Bangka Selatan, sangat cocok untuk Bawang Merah. 

"Kendala di cuaca disini cukup panas dan lembab makanya perlu perawatan ekstra, tapi secara kualitas Bawang Merah disini lebih baik dari daerah lain, bahkan di Jawa sendiri karena saya sudah mencobanya," kata Agus seraya menambahkan usia panen Bawang Merah dua bulan. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan Bangka Selatan, Suhadi melalui sekretaris Dinas, Rizal menuturkan, tahun 2018 pihaknya menyalurkan bantuan bibit Bawang Merah sebanyak 1,5 ton ke beberapa gapoktan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. 

Ia menyampaikan bantuan bibit Bawang Merah tersebut menggunakan sistem bergulir, dimana usai panen gapoktan penerima bantuan diwajibkan mengembalikan bantuan bibit tersebut untuk kembali diberikan kepada Kelompok Tani. 

Dengan adanya bantuan Bawang Merah tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat Basel selain berkebun Lada, Sawit dan Karet.

"Petani kita jangan hanya bergantung pada perkebunan Lada, Karet dan Sawit saja. Kita juga harus punya alternatif lainnya salah satunya dengan mengembangkan Bawang Merah ini sebagai salah satu ekonomi baru petani kita dengan peluang pasar lokal yang lebih baik, agar nantinya bisa meningkatkan taraf hidup petani kita," kata Rizal.

Menurut Rizal, pihak DPPP Basel akan terus mendorong beragam alternatif pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan petani di Kaupaten Bangka Selatan. (ADV)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL