Mantan Bupati dan Walikota Arub SH Berpulang

Tim_Wow    •    Senin, 03 Desember 2018 | 12:20 WIB
Lokal
ilustrasi
ilustrasi

WOWPANGKALPINANG – Kabar duka bagi warga Bangka. Bupati pertama Arub SH putra asli Desa Kayu Arang, Kelapa, Bangka Barat berpulang. Arub meninggal dunia dalam usia 81 tahun, Senin (3/12/2018) saat dalam perawatan di Rumah sakit Siloam Palembang.

Kabar duka ini disampaikan Sopian Rebuin, mantan walikota Pangkalpinang melalui pesan WhastApp group (WAG). “Innalillahi wa innalillahi roojiun, telah berpulang ke rahmatullah, tokoh masyaraat Babel, orang tua kita bapak HM Arub SH,” kata Sopian Rebuin dalam pesan di WAG,

Sejak Oktober lalu mantan Walikota Pangkalpinang dan Bupati Bangka, HM Arub terbaring di Rumah Sakit Siloam Palembang. Dia menderita  sesak napas. Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama orangtua dan istri serta beberapa pejabat Pemprov Babel sempat menjenguk Arub.

Dalam Majalah Bakohumas Kota Pangkalpinang yang berjudul “Jejak Sejarah dan Tokoh Pembangunan Kota Pangkalpinang” tditulis Irwanto, Arub SH mantan Walikota Pangkalpinang dan Bupati Bangka, lahir di Desa Kayuarang Bangka pada 16 Agustus 1937, Arub putra Bangka yang pertama menjabat Bupati. Lulus SMEP Pangkalpinang, Arub melanjutkan pendidikan SMA di Yogyakarta lalu meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadja Mada Yogyakarta.

Dia menjabat  Bupati Bangka dua periode, yakni 1967-1972 dan 1973-1978 dalam usia yang tergolong masih muda 30 tahun. Sukses di Kabupaten Bangka sebagai daerah baru yang dimekarkan, Arub diminta masyarakat Pangkalpinang agar bersedia menjadi Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Pangkalpinang. Ia menjabat selama dua periode, yaitu periode pertama pemerintahan tahun 1978-1983 dan periode kedua pemerintahan tahun 1983-1988.

Setelah mengakhiri jabatannya sebagai Walikotamadya Pangkalpinang, Arub ditarik untuk mengabdi di Kantor Gubernur Tingkat I Sumatera Selatan (Sumsel) dan dipercayakan memegang jabatan sebagai Asisten II Sekwilda Tingkat I Sumatera Selatan yang dijabatnya selama dua tahun (1990-1992). Kemudian pada tahun 1993-1997, Suami dari Hj. Yang Zubaidah ini pernah dipercayai menjabat sebagai Wakil Gubernur Tingat I Sumsel.

Arub sukses meniti karier di dunia birokrasi dari pangkat atau golongan bawah hingga berhasil mencapai pangkat golongan IV/e. Suatu prestasi yang membanggakan dan patut menjadi contoh tauladan bagi PNS lainnya.

Selain di pemerintahan, karier politik Arub juga sangat cemerlang. Terbukti ia merupakan satu-satunya putera Bangka yang berhasil menjadi Ketua DPD Golkar Tingkat I Sumsel periode 1993-1998. Bahkan akhirnya ia juga terpilih sebagai Ketua DPRD Daerah Tingkat I Sumsel hasil Pemilu 1997 untuk periode 1997-2002.

Tahun 1999, Arub ditunjuk Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad sebagai Ketua Tim Pengkajian pemekaran Kabupaten Bangka Selatan. Pada masa perjuangan Pembentukan Provinsi Babel tahun 2000, Arub SH menjadi bagian dalam perjuangan dengan posiis sebagai tokoh masyarakat Bangka di Sumatera Selatan. (*)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL