Lion Air Dinilai Persulit Pencairan Asuransi, Keluarga Korban Kecewa

Tim_Wow    •    Selasa, 04 Desember 2018 | 22:45 WIB
Nasional
Keluarga korban Lion Air JT 610 melakukan dialog dengan DPRD Babel terkait masalah sulitnya pencairan dana kompensasi dari Lion Air.(wb)
Keluarga korban Lion Air JT 610 melakukan dialog dengan DPRD Babel terkait masalah sulitnya pencairan dana kompensasi dari Lion Air.(wb)

WOWPANGKALPINANG -- Sejumlah keluarga korban jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610, Selasa (4/12/2018), mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, guna mengetahui informasi perkembangan terbaru terkait tragedi kecelakaan udara pada 29 Oktober silam.

Namun pertemuan dengan sejumlah intansi terkait itu, pihak keluarga tidak mendapatkan informasi sesuai dengan yang diharapkan.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan pihak keluarga untuk menyatakan kekecewaan mereka terhadap pihak Lion Air, terkait pencairan konpensasi asuransi, karena persyaratan yang harus mereka tandatangani dalam proses penyelesaian kompensasi akibat kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat itu dinilai cukup rumit dan mempersulit.

Menurut keterangan salah satu keluarga korban, dirinya diminta untuk menandatangani berkas yang didalamnya memuat klausul kebal hukum bagi perusahaan Boeing beserta 98 pihak terkait lainnya, sebagai salah satu persyaratan bagi pembayaran kompensasi kecelakaan lion air JT610.

"Lion Air dalam memberikan santunan kepada pihak keluarga jangan mempersulit karena di belakang berkas yang harus ditandatangani itu, ada persyaratan dan persyaratan itulah yang akan mempersulit keluarga korban," kata Edi Surya, salah satu keluarga korban jatuhnya Lion Air JT610.

"Syaratnya cukup banyak, ada 99 item syarat salah satunya kita tidak boleh menuntut pihak -pihak tertentu terkait dengan kecelakaan ini, entah itu asuransi entah itu pihak lainnya," sambung Edi.

Parahnya, ungkap Edi, berkas tersebut cukup tebal sehingga untuk mempelajarinya butuh waktu lama. "Itu (dokemen,-red) mau saya minta untuk dipelajari di rumah tidak boleh, ada rahasia apa ini, padahal itu cukup tebal jika dibaca seharian saja tidak cukup, apalagi cuma satu atau dua jam," ungkapnya.

Pihak Lion Air sendiri membantah telah memasukkan klausul tersebut, dan menyatakan tidak tahu menahu karena berkas persyaratan yang dimaksud tidak sepenuhnya berasal dari Lion Air, namun juga melibatkan pihak-pihak lain yang enggan disebutkannya satu persatu.

"Kalau persyaratan saya memang tidak mengetahui secara rinci karena persyaratan itu tidak hanya keluar dari Lion Air saja," kata Amar Fernando, selaku District Manager Lion Air Pangkalpinang.

Dirinya mengklaim sudah ada beberapa anggota keluarga korban yang telah menerima konpensasi tersebut, termasuk dari warga Bangka Belitung.

"Sudah ada beberapa yang asuransinya sudah cair termasuk yang di Jakarta dan di Bangka sendiri," tukasnya.

Sementara didalam permenhub nomor 77 tahun 2011/ pada pasal 23 menyebutkan, besaran ganti kerugian yang diatur dalam peraturan ini tidak menutup kesempatan kepada penumpang, ahli waris, penerima kargo, atau pihak ketiga untuk menuntut pengangkut ke pengadilan negeri didalam wilayah hukum negara kesatuan Republik Indonesia atau melalui abritase atau alternatif penyelesaian sengketa lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL