Ini Alasan Boeing Patut Digugat

Endi    •    Kamis, 13 Desember 2018 | 17:36 WIB
Nasional
Keluarga korban Lion Air JT 610 melakukan dialog dengan DPRD Babel terkait masalah sulitnya pencairan dana kompensasi dari Lion Air.(wb)
Keluarga korban Lion Air JT 610 melakukan dialog dengan DPRD Babel terkait masalah sulitnya pencairan dana kompensasi dari Lion Air.(wb)

WOWPANGKALPINANG -- Pengacara dan konsultan hukum khusus penerbangan internasional, Gustavo E. Fuentes menilai, Boeing tidak boleh lepas tangan dari tanggungjawab hukum atas tragedi jatuhnya Lion Air JT610 pada 29 Oktober silam.

Pengacara yang pernah menangani kasus jatuhnya Silk Air M1185 di Palembang, Sumatera Selatan, serta sekitar 200 kasus kecelakaan pesawat yang terjadi di seluruh dunia, menyebutkan dirinya merasa terpanggil oleh rasa kemanusiaan, untuk datang dan menawarkan bantuan hukum, agar keluarga korban mendapatkan keadilan terutama dari Boeing perusahaan pembuat pesawat Boeing 737 MAX 8 yang mengalami musibah tersebut.

"Saya merasa terpanggil untuk membatu keluarga korban Lion Air mendapatkan haknya. Kami mampu membuat investigasi yang terpisah dari pihak-pihak KNKT atau pun pihak-pihak yang ada di Indonesia," kata Gustavo, yang disampaikan penerjemahnya, usai menghadiri mediasi keluarga korban dengan Lion Air, Rabu (12/12/2018).

Dikatakan Gustavo, dirinya sangat menghormati para ahli dan sistem hukum di Indonesia, sehingga dirinya tidak ingin dan tidak berkapasitas mengomentari situasi hukum yang terjadi diantara keluarga korban dengan maskapai Lion Air.

Berdasarkan pengalamannya sejak tahun 1972 menangani kasus serupa, dirinya melihat ada permasalahan baik di rancangan, sistem maupun komponen pesawat Boeing 737 MAX 8, yang harus dipertanggungjawabkan Boeing, karena sudah menimbulkan tragedi dan korban jiwa 189 nyawa manusia.

"Ada indikasi yang sangat kelihatan bawha ini bukan hanya masalah di Indonesia tapi ini masalah desain pesawat, sistem dan komponen-komponen pesawat," ujarnya.

Kondisi inilah yang membuat dirinya tertarik dengan tawaran dari salah satu firma hukum dalam negeri, untuk bekerjasama menangani kasus ini bersama sejumlah pengacara ternama Amerika lainnya, seperti Doktor Arture Ballen dan Sergei Basperov serta Asosiasi Pengacara Amerika yang tergabung dalam Podhurst Orseck P.A.

"Pengacara Indonesia harus bekerjasama dengan pengacara Amerika untuk menggugat Boeng, demi hak-hak keadilan keluarga korban," jelasnya.

Gustavo mengaku memiliki keterbatasan untuk memberikan bantuan hukum, tanpa adanya kuasa dari pihak keluarga korban untuk menyeret Boeing ke muka pengadilan.

"Tadi keluarga korban banyak protes kepada Lion Air, KNKT dan lainnya. Dan di Amerika mereka bisa melakukan lebih banyak lagi untuk medapatkan hak mereka, sebagaimana kasus yang pernah ditanggani pesawat jatuh di Indonesia," tukasnya.(*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL