Kreatif, ABK Sulap Sampah jadi Barang Bernilai Ekonomis

Endi    •    Rabu, 19 Desember 2018 | 22:03 WIB
Viral
Berliandi sedang membuat hiasan lampu dari barang bekas.(dag)
Berliandi sedang membuat hiasan lampu dari barang bekas.(dag)

WOWVIRAL -- Sejumlah Anak Berkebutuhan Khusu (ABK) di Kota Pangkalpinang, unjuk kebolehan pada sebuah perlombaan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, di Sekolah Luar Biasa Negri (SLBN) Pangkalpinang, Rabu (19/12/2018) siang.

Hebatnya mereka menggunakan barang-barang bekas untuk dijadikan sebuah karya bernilai seni dan ekonomis. Tentunya, bukan perkara mudah mengubah sampah menjadi sesuatu bernilai.

Namun berkat bimbingan para guru dan orang tua, mereka mampu membuat sebuah karya seni yang menakjupkan. Perjuangan mereka ini tentunya patut dicontoh. Meski memiliki berbagai keterbatasan nyatanya, bukan penghalang bagi mereka dalam mejarut asa untuk berpestasi.

Berliandi misalnya, mampu membuat hiasan lampu yang cukup indah dari barang bekas. Siswa kelas 3 SMA di SLBN Pangkalpinang ini memanfaatkan sendok plastik dan botol minuman mineral bekas untuk membuat karya seninya itu.

Hasilnya pun tak kalah bagusnya dengan karya orang normal lainnya pada umumnya. Terbukti dengan beberapa karyanya, Siswa tuna rungu ini bahkan pernah menjuarai perlombaan karya seni tingkat nasional pada tahun lalu.

"Kita pernah mengikuti perlombaan karya seni dari bahan barang bekas dan juara dua tingkat nasional," kata Sri Kartini, guru pembimbing di SLBN Pangkalpinang.

Berliandi tak sendiri, ada puluhan siswa-siswi di sekolah ini yang berhasil menunjukan bakat mereka dalam menghasilkan sebuah karya bernilai seni dan ekomonis. Sejumlah barang bekas pun dimanfaatkan, seperti koran bekas disulap menjadi kotak tisu, ada bekas seduhan minuman yang disulap menjadi miniatur pohon natal, dan berbagai bentuk kerajinan lainnya.

"Mereka ini kita latih sejak masih SD, kemudian setelah mereka SMP menjurus kepada keterampilan masing-masing. Ada tata busana, tata karya kayu, salon, tata boga, bengkel, membatik dan ada banyak lagi lainnya," terang Sri Kartini.

Kemudian kata Sri, hasil karya mereka bukan hanya sekedar untuk dipajang, tapi sudah mulai menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Kalau untuk batik sudah banyak yang pesen dan tudung saji sudah pernah kita perlombakan ketingkat nasional dan sudah ada yang dipasarkan kepasaran. Kita sedang mencoba untuk memasarkan hasil kerajinan lainnya," ungkapnya.

Namun yang tak kalah pentingnya, bukan hanya sekedar pelombaan dan mencari juara semata, tapi kegiatan seperti ini sebagai upaya membentuk karakter pada anak, sehingga jika sudah diluar kelak mereka mampu bersaing dengan orang normal lainnya pada umumnya dalam segala bidang.

"Harapan kita semoga nantinya mereka menjadi orang-orang sukses dimasa mendatang," tukas Sri.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL