Wow, Kecap Nyaris Kadaluarsa Masih Dijual

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 22 Desember 2018 | 13:31 WIB
Ekonomi
Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pengecekan pangan dan sejumlah barang dagangan. (foto: Sentosa/ Kominfo Babel)
Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pengecekan pangan dan sejumlah barang dagangan. (foto: Sentosa/ Kominfo Babel)

WOWBISNIS - Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menemukan 3 jeriken Kecap Manis merk Tip Top nyaris kadaluarsa yang masih dijual di pasaran. Selain itu, kemasan jeriken juga dalam kondisi kotor.

Hal ini didapati tim saat melakukan sidak di sebuah minimarket di kecamatan Merawang kabupaten Bangka, Jumat (21/12/2018).

Selain Merawang, tim juga melakukan inspeksi di pasar tradisional dan pasar modern di kecamatan Sungailiat. Ini rutin dilakukan menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Fokus pelaksanaan pengawasan TJKPD Babel tersebut, dilakukan ke Pasar Kenanga Sungailiat, Toko Buah Dea, TM Mart yang berada Merawang simpang pertigaan menuju Balun ijuk dan Sungailiat.

Tim pertama kali melakukan pengawasan ke Pasar Tradisional Kenanga Sungailiat. Di tempat ini, tim mengecek langsung pangan segar dan sayur mayur yang diperjualbelikan oleh para pedagang, dan melakukan residu pestisida pada sayur mayur, khususnya sayur putih yang banyak di konsumsi masyarakat sekitar.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan tim, kandungan pestisida yang ada dalam kandungan sayur putih tersebut, dinyatakan petugas penguji dari Dinas Pangan Babel masih di bawah ambang batas yang telah ditentukan, sehingga sayur putih tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Selesai di Kenanga, tim bergerak ke toko buah Dea dan kembali melakukan pengecekan terhadap buah apel produk impor dari Amerika yang selama ini banyak informasi menyebutkan bahwa banyak produk apel dari Amerika mengandung formalin.

Namun, dari hasil pengecekan dan pengujian terhadap sampel apel tersebut, kabar itu terbantahkan, dan dinyatakan tidak terdapat kandungan formalin alias aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Koordinator Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel, Pairus mengatakan, sidak ke Pasar Tradisional Kenanga Sungailiat,  toko buah  Dea dan TM Mart Merawang, bertujuan untuk menjaga terjamin keamanan pangan di daerah tersebut.

Hasil temuan yang didapatkan di lokasi, yakni kecap manis Cap Tip Top dari TM Mart yang masa berlakunya akan kadaluarsa serta kemasan jerigen yang kotor, Pairus meminta pengelola tidak menjual kembali barang yang hampir habis masa berlakunya itu.

’”Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan pengecekan (teliti sebelum membeli bahan pangan), sehingga terhindar dari pembelian barang yang sudah rusak, kadaluarsa, bahan pangan yang tidak memiliki izin edar, maupun yang tidak memiliki register bahan pangan dari pihak berwenang,” ungkap Pairus.

Hal senada diungkapkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Pangan Babel, Armaini. Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel, kata dia, telah melakukan pengawasan secara rutin ke lokasi pasar modern maupun pasar tradisional, toko buah dan tempat penjualan bahan  pangan segar lainnya.

“Kepada pedagang dan pengelola ritel/minimarket/swalayan untuk selalu melakukan pengawasan dan pengecekan atas bahan pangan yang dijual, agar bahan pangan yang dijual tidak tercemar microba ataupun kontaminasi lainnya,” tutup Armaini. (st/bbp).



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE