Polisi tindak Compreng Setelah Ada Keluhan Nelayan

Tim_Wow    •    Minggu, 23 Desember 2018 | 20:48 WIB
Lokal
Proses evakuasi ABK Kapal Compreng yang tenggelam di Toboali Bangka Selatan. (As/wowbabel)
Proses evakuasi ABK Kapal Compreng yang tenggelam di Toboali Bangka Selatan. (As/wowbabel)

WOWBASEL - Maraknya aktivitas Kapal Compreng di Perairan Bangka Selatan, baru ditindak pihak keamanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah adanya keluhan masyrakat nelayan Bangka Selatan, yang baru-baru ini melakukan unjuk rasa di Mapolda dan Kantor Gubernur Bangka Belitung. 

Penangkapan terhadap tiga unit kapal Compreng oleh PSDKP Babel bersama Ditpolair Polda Babel dan Satpolair Polres Basel, Sabtu (22/12/2018) kemarin diakui pihak keamanan  dalam rangka menindaklanjuti unjuk rasa ratusan masyarakat nelayan Bangka Selatan ke Mapolda dan Kantor Gubernur Babel. 

Hal itu dibenarkan Sularsono selaku Kasi Pengawasan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel, saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan tiga unit kapal compreng, Minggu (23/12/2018) di Mapolres Bangka Selatan. 

"Operasi tim terpadu ini perintah pak Gubernur dalam rangka menindaklanjuti keluhan nelayan Bangka Selatan," kata Sularsono.

Ia mengatakan, operasi tim terpadu dilaksanakan dengan sasaran kapal Compreng, kapal pukat Trawl serta tambang timah ilegal di perairan Bangka Selatan, sebagaimana yang dikeluhkan nelayan Bangka Selatan. 

Hanya saja, hasil operasi tim terpadu baru berhasil mengamankan  kapal compreng ilegal sebanyak tiga unit yang beroperasi di Perairan Tanjung Timur, Toboali, Bangka Selatan. (As/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL