PMA Sektor Pariwisata Terbesar dari Singapura, Tiongkok, dan Korsel

Tim_Wow    •    Rabu, 26 Desember 2018 | 14:58 WIB
Travel
ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

WOWNASIONAL - Realisasi investasi di sektor pariwisata selama 2018 mencapai 433,5 juta Dolar AS. Investor asal Singapuran, Tiongkok, dan Korea Selatan paling dominan berinvestasi di sektor pariwisata dalam bentuk pembangunan hotel berbintang dengan pilihan daerah investasi Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Hingga kuartal I tahun 2018 ini nilai realisasi investasi pariwisata sudah mencapai 21,67% atau US$ 433,5 juta dari target tahun ini sebesar US$ 2.000 juta. Investasi di sektor pariwisata baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) memiliki pola yang serupa seperti pada tahun 2017,” kata Arif Yahya Menteri Pariwisata RI (Menpar) dalam siaran persnya.

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, untuk PMA asal negara didominasi oleh Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan sebagai Top tiga dengan jenis usaha di bidang hotel berbintang, akomodasi jangka pendek lainnya, serta restoran, sedangkan tempat investasi terkonsentrasi di destinasi Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau.

Sementara itu untuk PMDN lebih banyak berinvestasi pada usaha hotel bintang, taman rekreasi tematik, dan daya tarik wisata buatan atau binaan manusia dengan sebaran tempat investasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur hal ini sesuai dengan sumber dan tujuan wisata bagi wisnus di Tanah Air.

Menpar  menjelaskan, program super extra ordinary akan dijadikan sebagai senjata pamungkas dalam mewujudkan target akhir 20 juta wisman tahun depan. Super extra ordinary yang mencakup tiga program : order tourism, tourism hub, dan low cost terminal (LCT). Program ini sebagai strategi bauran dari tiga program yakni; ordinary, extra ordinary, dan super extra ordinary.

Program ordinary dijalankan di tahun-tahun sebelumnya yaitu sebagai business as usual berupa program promosi BAS (Branding, Advertising, Selling) dengan continuous improvement secara dinamis, sedangkan program extra ordinary yang diluncurkan tahun 2018 yaitu Incentive (Airlines), Hot Deals, dan Competing Destination Model. Sementara itu program super extra ordinary, kata Menpar Arief Yahya, sebagai program istimewa yang sengaja disimpan untuk menjadi senjata pamungkas dalam mewujudkan target akhir 20 juta wisman tahun depan.

Super extra ordinary mencakup tiga program yaitu: Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal . “Border tourism harus kita seriusi di tahun depan karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari negara-negara tetangga,” kata Arief Yahya.

Pertama karena wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis sehingga wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi kita. Kedua, mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional dengan kita sehingga lebih mudah didatangkan. Ketiga, potensi pasar Border Tourism ini masih sangat besar baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, PNG, maupun Timor Leste. (*)



MEDSOS WOWBABEL